Kadis Pertanian Sulsel : Ketersediaan Beras aman Selama 18 Bulan Kedepan

0
152

MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menjamin ketersediaan beras di Sulawesi Selatan selama delapan belas bulan mendatang, ini dikarenakan produksi gabah di Sulsel sangat bagus.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Hj Fitriani kepada celebesnews mengatakan selama beberapa tahun terakhir produksi gabah di Sulsel sangat bagus apalagi di dukung dari hampir seluruh kabupaten memiliki produksi yang bagus. “kita terus melakukan serapan gabah dari petani yang diterima oleh Bulog, sehingga optimistis kita hingga delapan belas belas bulan kedepan stok beras di Sulawesi Selatan aman,”katanya saat dihubungi Celebesnews, usai menghadiri rapat pada Dirjen Pertanian di Jakarta pada, Sabtu (18/06/2016).

Menurut Fitriani, secara nasional, produksi gabah asal Sulawesi Selatan mampu memberi konstribusi hingga 70 persen terhadap kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Hal ini tidak lepas dari peran berbagai pihak seperti TNI dan Dinas Pertanian serta masyarakat.

Disaat bulan Ramadhan seperti ini, dalam rangka menjaga kestabilan pasokan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap bekerjasama dengan Bulog bila memang diperlukan akan melakukan operasi pasar, namun sejauh ini kondisi yang ada masih cukup normal dan terkendali.

“Stok beras semenjak jelang puasa kami jamin aman. Dari pantauan, harga relatif stabil, bahkan cenderung menurun. Sesuai hukum ekonomi , apabila suplai lebih dan permintaan turun maka harga mengalami kecenderungan turun,” tandasnya.

Kendati demikian, menurut Fitriani pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila harga beras mengalami kenaikan tidak wajar. Seperti operasi pasar (OP) dan percepatan penyaluran beras miskin (raskin) yang dilaksanakan secara rutin oleh pemerintah. Namun, sejauh ini semua masih dalam kondisi normal.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Sulsel ini, lebaran tidak pernah menyebabkan stok beras kekurangan karena sebagian besar masyarakat telah berpuasa sebulan penuh. Masyarakat yang biasa makan tiga kali sehari menjadi dua kali sehingga konsumsi beras berkurang.

“Jadi stok beras itu tidak pernah ada masalah walaupun lebaran,” katanya.

Menurutnya, masalah jelang Lebaran adalah ketersediaan bahan pangan yang mendadak dibutuhkan banyak orang. Pasokan kebutuhan yang mendadak itu tidak bisa dipenuhi secara serentak seperti ayam, telur, ikan dan cabai.

“Itu saja yang bergejolak. sebaliknya, kesempatan ini juga petani mendapat hadiah lebaran dengan harga yang baik,” katanya.

Sementara ketersedian beras, lanjut dikatakannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat siap dengan ketersediaan beras. Stok beras masih cukup menghadapi lebaran tahun ini hingga beberapa bulan kedepan. Selain menjamin ketersediaan stok, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah rantai distribusi beras.

“Yang paling pokok adalah stok cukup, bisa memenuhi kebutuhan untuk tiga hingga empat bulan ke depan dan kita siap dengan semua itu,” kata ibu yang ramah senyum ini. (una)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here