Dinas Pertanian : Sulsel Penyangga Pangan Nasional

0
111

MAKASSAR — Sulawesi Selatan masuk lima besar sebagai penyangga pangan nasional. Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian¬† mengatakan kondisi itu menyebabkan Sulsel dan Sulawesi pada umumnya diharapkan menjadi penyangga pangan nasional dengan meningkatkan produksi padi secara optimal.

Ini patut diapresiasi karena posisi Sulsel adalah satu-satunya penyangga pangan terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan masuk lima besar daerah penyangga pangan nasional bersama daerah di Pulau Jawa.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Hj Fitriani mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) optimistis daerah ini menjadi penyangga pangan nasional dengan melakukan pencetakan sawah baru yang ditargetkan 10.400 hektare.

“Pemerintah terus berupaya melakukan ketahanan pangan dimana Sulsel mampu surplus beras hingga dua juta ton. Ini yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Menurut dia, langkah yang dilakukan diantaranya mempercepat proses tanam dan panen hingga tiga kali dalam setahun, kemudian memaksimalkan fungisi irigasi, modernisasi alat pertanian dan perluasan lahan pertanian dan usaha lainnya.

Fitriani mengaku yakin perluasan lahan tanam pertanian di Sulsel dapat tercapai sesuai prediksi. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pertanian telah melakukan sejumlah kegiatan termasuk singkronisasi program kerja Pemerintah Pusat dan Provinsi dan Kabupaten Kota di Sulsel. Sulsel diharapkan menjadi penopang stok pangan nasional. Masyarakat petani didorong meningkatkan produktivitasnya bisa meningkatkan pendapatan daerah,” sebutnya.

Pihaknya fokus melakukan pencetakan sawah baru dengan target tahun ini bisa mencapai 10.400 hektare di sejumlah daerah. Selain itu anggaran dari APBN sebesar Rp206,7 miliar diperuntukkan pencetakan sawah baru di 11 Kabupaten yang sudah dipersiapkan

Berdasarkan data, Kabupaten Luwu Utara mendapat jatah sawah baru sekitar 2.500 hektare. Disusul Wajo 2.000 hektare, kemudian Bone 1.500 hektare. Luwu dan Jeneponto sama-sama mendapat jatah 1.000 hektare.

Sedangkan Kabupaten Barru, Pinrang, serta Sidrap 500 hektare, selanjutnya Kabupaten Soppeng, Luwu Timur, Soppeng dan Kepulauan selayar 300 hektare. Setiap satu hektar dianggarkan Rp16,5 juta.

Sementara sawah di Sulsel saat ini sebanyak 639 ribu hektare dan terus bertambah setelah 2015. Dua deerah seperti di Kabupaten Pinrang pencetakan sawah baru 1.000 hektare dan Wajo 1.500 hektare

Dinas Pertanian Sulsel Pemprov Sulsel telah menargetkan pencapaian produksi padi mencapai 5,7 juta ton pada 2016. Angka tersebut ini meningkat dari 2015 dengan pencapaian produksi padi 5,5 juta ton. (una)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here