Warga Marah Proyek Senilai Rp3,4 M Milik Pekerjaan Umum Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Sulsel di Bulukumba Diduga Dikerja Asal-asalan

0
122

BULUKUMBA — Proyek diduga dikerja asal-asalan milik Kementerian Pekerjaan Umum Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di dusun Buke’e dan Dusun Borong Kalukue, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba dibongkar oleh warga. Proyek ini senilai Rp 3,4 miliar untuk pembangunan sarana desa diduga tak sesuai perencaaan.

Proyek yang menggunakan dana APBN tahun 2016 dengan nilai pagu/nilai kontrak sebesar Rp3,4 miliar lebih dengan kegiatan pekerjaan drainase, jalan, pembuatan pot bunga, penutup saluran drainase, duiker dan talud, diduga telah menyalahi aturan lantaran terindikasi ada penyimpangan.

Perangkat desa bersama masyarakat Taccorong menemukan bahan dan sistem pekerjaan yang asal-asalan serta dikerjakan pada malam hari dimana warga desa tidak dapat mengawasi setelah beristirahat dari berkerja seharian.

Sekertaris Desa (Sekdes) Taccorong, Mustahil bersama Bendahara Desa Syamsir Awi dan warga, Jumat (24/6/2016), menunjukkan proyek yang di tender oleh PT Mitra Aiyangga Nusantara dan Supervisi CV Corowali Cemerlang, rencananya akan dibongkar oleh warga jika pekerjaan tidak sesuai.

“Kami sebagai pemerintah desa bersama warga Desa Taccorong yang nantinya akan menjadi pengguna jalan tersebut, akan membongkar dan melaporkan pekerjaan ini, Kita lihat mi sendiri , bagaimana proyek sebesar Rp3,4 miliar lebih dengan pekerjaan yang asal- asalan,” kesal Syamsir sambil menunjukkan fisik proyek seperti dikutip dari salah satu media online.

Pantauan pojoksulsel.com, pekerjaan proyek rabat beton serta drainase diduga menyimpang dari bestek, dimana semestinya menggunakan besi 10, namun ditemukan hanya besi 8 dan ketebalan cor ditemui banyak kejanggalan dimana di tengah-tengah ukuran hanya 6 sentimeter, padahal seharusnya 10 cm sewaktu warga membongkar lapisan cor.

Sementara Sekdes Taccorong Mustahil menuturkan, kekesalannya atas pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

“Bagaimana warga kami bisa merasakan pembangunan, kalau kenyataannya proyek miliaran, namun amburadul dan ini akan kami bongkar,” ujar Mustahil. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here