Nilai Tukar Petani Sulsel Naik 0,28 Persen, Apresiasi Bagi Dinas Pertanian Sulsel

0
131

MAKASSAR – Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Provinsi Sulawesi Selatan pada Juni 2016 sebesar 104,19 persen atau terjadi kenaikan 0,28 persen bila dibandingkan dengan NTP Mei 2016 yang mencapai 103,90 persen.

“Hal ini disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulsel Nursam Salam saat konfrensi pers di kantornya, Jumat (1/6/2016)

Menurut dia, NTP pada juni mengalai kenaikan karena indeks yang diterima petani naik sebesar 0,95 persen dan indeks yang dibayar sebesar 0,67 persen. Bila dibandingkan dengan NTP Mei maka tiga subsektor dari lima subsektor mengalami kenaikan.

Kenaikan subsektor tersebut meliputi tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,92 persen, subsektor peternakan 1,01 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,09 persen. Sedangkan subsektor tanaman pangan mengalami penurunan -0,17 persen dan subsektor holtikultura turun -0,81 persen.

Untuk NTP subsektor seperti subsektor tanaman pangan (NTP-P) mengalami penurunan pada Juni sebesar -017 persen dimana indeks yang diterima petani (lt) naik sebesar 0,55 persen tetapi indeks yang dibayarkan petani menghalami kenaikan 0,72 persen.

Kenaikan terjadi pada indeks diterima petani karena subkelompok padi mengalami kenaikan 0,55 persen dan subkelo,pok palawija niak 0,56 persen dan indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan pada subsektor konsumsi rumah tangga sebsar 0,91 persen, serta indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naim sebesar 0,13 persen.

Selanjutnya NTP subsektor holtikultura (NTP-H) pada Juni mengalami penurunan sebesar -0,81 persen. Indeks yang diterima petani mengalami penurunan -0,10 persen, sedang indeks yang dibayarkan petani mengalami kenaikan sebsar 0,72 persen.

Selain itu penurunan terjadi pada indeks yang diterima petani karena adanya penurunan pada aneka komuditas pada subsektor sayur-sayuran -2,71 persen dan tanaman obat turun -1,87 persen. Kendati demikian, kelompok buah-buahan naik sebesar 2,78 persen karena memasuki bulan ramadan.

Sedangkan indeks yang dibayarkan petani mengalami kenaikan pada subsektor konsumsi rumah tangga sebesar 0,84 persen dan biaya produksi dan penambahan barang modal naik sebesar 0,28 persen.

Kemudian Subsektor Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) pada Juni juga mengalami kenaikan sebear 0,92 persen. Hal ini karena indeks yang diterima petani mengalami kenaikan 1,61 persen sementara indeks yang dibayarkan petani naik sebesar 0,69 persen.

Lalu Subsektor Peternakan (NTP-Pt), pada Juni mengalami kenaikan 1,01 persen dibandingkan pada Mei 2016, dimana indeks yang diterima petani naik sebesar 1,55 persen seementara indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan 0,53 persen.

Indeks yang diterima petani, mengalami kenaikan pada subkelompok ternak besar 1,45 persen, subkelompok ternak kecil 1,02 persen, subkelompok unggas 2,02 persen dan subkelompok hasil ternak sebesar 2,14 persen, indeks yang dibayar mengalami kenaikan pada kelompok konsumsi rumah tangga yakni 0,53 persen dan kelompok BPPBM naik 0,37 persen.

Dan subsektor perikanan (NTP-Pi) pada Juni juga mengalami kenaikan sebear 0,09 persen. Hal ini karena perubahan indeks yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,76 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani naik sebesar 0,67 persen.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here