Dinas Sosial Harapkan Makassar Miliki Rumah Gepeng dan Pengemis

0
131

MAKASSAR — Kota Makassar yang merupakan satu dari empat kota di Indonesia telah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Anak Jalanan namun berdasarkan data jumlah pengemis serta gelandangan sekitar 42.986 oran.

“Untuk saat ini jumlah gepeng (gelandangan, pengemis) dan anjal (anak jalanan) yang terdata sebanyak ribuan orang. Kita sedang lakukan optimalisasi dengan cara penanganan dan penertiban,” kata Kepala Dinas Sosial Mukhtar Tahir di Makassar, Selasa (12/6/2016).

Dia mengatakan, relawan bukan hanya turun mendata atau memantau para gelandangan dan pengemis, namun relawan akan memaksimalkan kinerjanya hingga tahap pembinaan langsung di tempat sampai pada pemberian wadah pembinaan bagi mereka.

Banyaknya gelandangan dan pengemis di kota ini juga telah menjadi permasalahan sosial di kota-kota besar khususnya Makassar. Karenanya, langkah yang akan ditempuh Dinas Sosial yakni dengan memberikan pembinaan langsung.

“Pemetaan kawasan menjadi langkah awal yang akan diambil dinsos, sebab hal ini menjadi persoalan sosial yang butuh perhatian. Langkah utama yang kami ambil, tentunya kami petakan daerah rawan untuk dijadikan salah satu program yang harus cepat ditindaki. Seperti penertiban gepeng ini,” katanya.

Dia mengakui salah satu kendala untuk menampung para gelandangan dan pengemis adalah belum adanya ketersediaan ruang atau rumah untuk menampung mereka.

“Sulit kita di Dinsos, karena belum ada rumah untuk menampung para gepeng dan anjal. Ke depan kalau ada rumah maka kita akan maksimalkan penanganan kepeng dan anjal,” sebutnya.

Dia menambahkan, sejak 2015 sampai 2016 pihaknya sudah menangkap dan mendata para gelandangan dan pengemis yang telah mencapai ratusan hingga ribuan orang.

“Tahun 2015 sebanyak 211 orang dan tahun 2016 pertengahan ini sebanyak 330 yang kita data, masih banyak yang berkeliaran dan belum ditertibkan,” tambahnya.

Diketahui, Kota Makassar merupakan daerah yang terbaik dari empat daerah di Indonesia yang menerapkan Peraturan Daerah tentang anak jalanan.

Pernah menjadi percontohan implementasi Perda Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis, dan Pengamen yang berkaitan dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Makassar.

Keempat daerah yang sudah menerapkan Perda Anjal itu adalah Denpasar, Palembang, DKI Jakarta dan Makassar. Melarang PMKS berada di jalanan, memberi akses pendidikan bagi para anak jalanan.(andi sumarlin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here