Legislator Sesalkan Wawali Tak Hadiri Paripurna

0
66

PAREPARE-— Lembaga legislatif Kota Parepare  mengundang kedua Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Taufan Pawe – Faisal Andi Sapada (FAS) untuk menghadiri acara rapat paripurna laporan keterangan pertanggunjawaban  (LKPJ) wali kota Tahun Anggaran 2015, di ruang rapat paripurna DPRD, senin (18/7) siang tadi.

DPRD mengundang wawali hadir untuk mengikuti acara paripurna, dimana selama ini isu berkembang bahwa wawali tidak pernah diundang oleh DPRD saat paripurna.

Ternyata terbantahkan isu itu saat rapat paripurna, wawali memang tidak mau menghadiri paripurna, padahal wali kota tidak pernah melarang wawali untuk tidak hadir setiap ada acara paripurna DPRD.

Bahkan hampir sekitar 2 tahun selama ini Faisal tidak hadir dengan alasan hanya soal tidak diundang, setelah dicek surat keluar dibagian umum DPRD  dan ditelusuri surat itu, ternyata sering sampai ke tangan wawali namun wawalinya sendiri yang tidak mau hadir tanpa alasan jelas.

Demikian dikatakan, Andi Fudail selaku legislator PKB dan anggota komisi II DPRD Parepare, Ia sangat menyayangkan sikap wawali yang tidak hadir, bahkan saat ditelusiri dimana keberadaanya melalui via seluler pribadi wawali maupun ajudanya, namun hasilnya nihil,”bahkan saya menelpon langsung di nomor pribadi hanphonenya, namun tetap ajudanya yang terimaki, dengan jawaban,”bapak lagi di warkop ada tamunya,”sesal Fudail.

Jadi kesimpulan Andi Fudail bahwa siapa yang sebenarnya menzolimi dan siapa yang dizolimi,”inilah fakta tidak benar jika Wali kota menzolimi Wawali,”tuturnya.

Andi Fudail akui Taufan Pawe selaku Wali kota tetap sabar dalam menghadapi suasana kritikan melalui media sosial sekarang ini.

“Saya baru tau bahwa isu selama ini beredar bahwa Wali kota menzolimi Wawali, ternyata tidak benar dan hanya membalikkan fakta kebenaranya,”kata Andi Fudail saat usai rapat paripurna sebelum ditutup.

Taufan Pawe, selaku wali kota saat mau menjawab pernyataan legislator PKB, tapi langsung dipotong oleh legislator Hanura Andi Topan Armas.

Topan Armas, meminta agar tidak perlu dijawab atas pernyataan Andi Fudail, jika dijawab hanya menjadi bias dan berdampak pada wali kota sendiri.

Yang jelas, kata Topan, bahwa wali kota tetap bekerja dan membuktikan kinerjanya kepada masyarakat, seperti sekarang ini telah mendapat pengharagaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, dimana hasil ini tidak segampang dan semuda itu meraihnya. Apalagi bulan ini akan mendapat lagi piala adipura dan patut diapresiasikan.
“Saya berharap. Kepada pak Wali, agar tidak perlu menjawab soal ketidak hadiran Wawali, kita sudah tau dan publik sudah tau mana yang bekerja mana yang tidak, yang jelas saya mengapresiasikan pak wali telah berhasil mearih WTP, dan akan mendapat lagi piala adipura, itu berarti bukti program wali kota jalan dan membuktikan kinerjanya kepada masyarakatnya,”tuturnya.
Wali kota turun melihat warganya yang selama ini menjadi bahan publik, namun justru warga sendiri yang tidak mau diperhatikan, seperti warga yang dipasung dan mantan pemain atlet, mereka minta dirawat di rumahnya saja dan tidak mau kerumah sakit walaupun instruksi Wali kota.”Pemerintah berbuat dibilang pencintraan saat pemerintah tidak respon muncul bahasa tidak peduli, inilah masalahnya selama ini dan solusinya hanya warga yang menilai Wali kota kita,”terangnya. (Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here