Keamananan Pelabuhan Makassar Makin Diperketat

0
83

MAKASSAR — Maraknya ancaman teror yang terjadi akhir-akhir ini, seperti teror bom di Solo serta teror bus yang belum lama ini terjadi di Perancis, membuat pihak Polda Sulawesi Selatan meningkatkan keamanan, salah satunya dengan melakukan sosialisasi untuk meminta warga masyarakat agar selalu waspada.

Kasubdit Pembinaan, Penertiban dan Penyuluhan Polda Sulsel, Syachruddin mengatakan dalam sosialisasi yang dilakukan, pihaknya memberikan informasi kepada seluruh masyarakat terkait keamanan di wilayah masing-masing.

“Seperti kita ketahui, saat ini sedang marak teror di tengah masyarakat. Seperti, teror bom di Solo dan teror bus di Perancis. Untuk itu, kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meminta mereka [masyarakat] agar selalu waspada, terlebih pada orang-orang yang ada di sekitarnya,” jelas Syachruddin, Senin (18/7/2016).

Menurutnya, sosialisasi dilakukan di hampir semua titik keramaian, utamanya di seluruh wilayah di lingkup Polda Sulsel, seperti di mal, terminal, pelabuhan dan bandara serta titik-titik keramaian lainnya.

Untuk di Pelabuhan Makassar, sosialisasi diberikan kepada para penumpang yang akan naik maupun turun dari kapal, buruh pelabuhan, para petugas hingga para pedagang kaki lima yang ada di sekitar pelabuhan.

Selain sosialisasi terkait ancaman teror, Syachruddin juga meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan jika ada penumpang lain yang menitip barang karena bisa jadi, barang yang dititipi merupakan barang terlarang dan berbahaya, sehingga si penumpang yang dititipi yang mendapat masalah.

“Jika ada hal-hal yang sekiranya mencurigakan, silahkan masyarakat melapor kepada para petugas, terutama petugas yang ada di Pelabuhan Makassar,” imbaunya.

Dia juga meminta agar masyarakat waspada jika ada orang yang memberikan kaos bergambar palu-arit, yang merupakan lambang komunis. Karena lanjut Syachruddin , hampir semua pengguna kaos bergambar palu-arit yang ditangkap pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui jika gambar yang ada di kaos yang mereka kenakan merupakan lambang komunis yang dilarang di Negeri ini.

“Kasihan kan jika mereka tertangkap untuk hal-hal yang sebenarnya mereka tidak ketahui. Sayang juga jika waktu mereka selama 2 hari tersita, hanya untuk ditanyain oleh pihak polisi,” tukasnya. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here