Pelindo IV Tertarik Kelola Pelabuhan Bungkutono di Kendari

0
125

KENDARI — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) berharap Kementerian Perhubungan memberi izin mengelola Pelabuhan Bungkutoko di Kendari, Sulawesi Tenggara yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan kini siap beroperasi.

GM Pelindo IV Cabang Kendari, Suparman mengatakan pada 28 Juni 2016, pihaknya sudah melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan untuk bisa mengelola Pelabuhan Bungkutoko sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

“Sejak dibangun hingga kini siap beroperasi, pengelolaan Pelabuhan Bungkutoko belum ditetapkan oleh Pemerintah. Kami berharap, Pelindo IV bisa mengelolanya,” kata Suparman, Selasa (19/7/2016).

Menurutnya, jika Pelindo IV menjadi pengelola pelabuhan yang sifatnya multipurpose atau memiliki banyak fungsi tersebut, pemerintah akan mendapatkan beberapa keuntungan, yaitu pajak, konsesi dan deviden.

Selain itu lanjut dia, Pelindo IV juga sudah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yag profesional dan siap pakai untuk mengelola pelabuhan yang memiliki dermaga dengan panjang 200 meter dan kedalaman -12 meter tersebut.

Sejauh ini kata Suparman, pihaknya sudah mendapat dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Wali Kota Kendari, untuk bisa mengelola Pelabuhan Bungkutoko.

Bahkan, jika pemerintah menyetujui Pelindo IV mengelola pelabuhan yang terletak di Kecamatan Abeli, Kota Kendari ini, pihaknya berencana membangun dermaga khusus petikemas di sebelah dermaga yang eksisting saat ini.

Untuk rencana tersebut, Pelindo IV sudah menyiapkan total anggaran sebesar Rp936 miliar, di mana anggaran sebesar Rp635 miliar berasal dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dan dana internal perusahaan sebesar Rp301 miliar.

“Rencananya, untuk tahap awal kami akan membangun dermaga khusus petikemas di atas lahan seluas 5 hektare (ha), dari lahan yang tersedia seluas 85 ha,” ungkapnya.

Dengan dermaga khusus kontainer yang akan dibangun di atas lahan seluas 5 ha itu menurutnya, akan bisa menampung petikemas sebanyak kurang lebih 250.000 TEUs per tahun.

Hal itu tambah pria yang sebelumnya menjabat sebagai GM Pelindo IV Cabang Pantoloan ini, juga untuk mendukung rencana pihaknya untuk melakukan direct call atau sistem pengapalan langsung ke luar negeri melalui pelabuhan di Kendari. Serta, dalam rangka memersiapkan pelabuhan di Kendari sebagai pelabuhan bertaraf internasional (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here