“Perampokan” Ala Kapolres Sidrap Diusut Mabes Polri, Propam Mabes Polri Segera Turun Tangan

0
221

MAKASSAR – Kasus penyitaan uang dinar Ahmad Lusi yang dilakukan Polres Sidrap kini diusut Mabes Polri.

Kuasa Hukum Ahmad Lusi, Maulana mengatakan, pelaporan atas perampasan barang milik kliennya tersebut sudah diterima Propam Mabes Polri. Laporan tersebut bernomor, STPL/42/VII/2016/Yanduan. Dengan Telapor Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar, Wakapolres Kompol Apri Presetya, Kasat Intelkam AKP Fantry, Kasat Reskrim AKP Candra Yudha, dan  Kapolsek Panca Rijang Abd Rasyid.

“Jadi kasus perampokan ala Polres Sidrap sudah diterima Propam Mabes Polri, dan alhamudilah mereka berjanji usut secepatnya,” katanya seperti dikutip dari salah satu media online, Minggu (24/7/2016).

“Pelaporan kami ini juga sekaligus meminta pelimpahan yang sebelumnya ditangani Propam Polda Sulsel,” tambahnya.

Maulana menjelaskan, dalam laporan Jumat  22 Juli lalu, salah satu petugas Propam Mabes Polri terkejut dengan alasan Kapolres Sidrap dalam perampasan barang tersebut yang mengatakan dalil titipan.

“Bahkan petugas itu mengatakan cara yang digunakan Poles Sidrap seperti jaman jahiliia. Karena kepolisian tak pernah menyita barang seseorang dengan menggunakan dalil titipan. Itu tidak ada di KUHP atau aturan kepolisian lainnya,” jelasnya.

Sementara, istri Ahmad Lusi, Andi Asnada berharap keadilan hukum datang dari Propam Mabes Polri. Mengingat, proses hukum suaminya yang kini ditangani Kejaksan Negeri Sidrap tidak sesuai pokok yang perkara yang ditangani Polres Sidrap.

“Kan laporan pelapor penggelapan dengan kerugian hanya Rp4 juta. Sementara barang saya dan barang orang yang disekitar rumah yang senilai Rp9 miliar juga disita. Anehnya, barang yang disita itu tidak menjadi barang bukti di pengadilan,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus penyitaan barang Ahmad Lusi yang dilakukan Polres Sidrap senilai Rp9 miliar,19 Mei lalu kini menjadi sorotan masyarakat. Pada penggerebakan dini hari itu, personel Sidrap menuduhkan kepemilikan narkoba dan senjata Api.

Tak menemukan tuduhan tersebut, Polres Sidrap langusung menyita barang-barang dan mengamankan 11 orang termasuk Ahmad Lusi.

Anehnya, penetapan tersangka Lusi setelah salah satu warga melapor. Apalgi laporan itu tidak sesuai tuduhan awal Polres Sidrap yakni narkoba dan kepemilikan senjata api. Itupun setelah Ahmad Lusi  sudah tiga hari mendekam di tahanan.

“Pada saat polisi datang, mereka tidak bisa melihatkan surat perintah. Jadi penahanan suami saya tanpa sprindik. Apalagi adanya pelapor, setelah suami saya ditahan tiga hari,“ demikian Andi Asnada.(int)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here