PKH Banggae Timur Gagas Beras Mandiri

0
93
????????????????????????????????????

MAJENE — Program Keluarga Harapan Kecamatan Banggae Timur terus melakukan upaya perbaikan kesejahteraan pesertanya. Salah satu upaya yang ditempuh dengan menggagas program beras mandiri. Kebutuhan beras untuk peserta PKH kedepan ini ditargetkan bisa terpenuhi selain beras sejahtera yang dikucurkan pemerintah pusat. Model beras mandiri yang digagas peserta PKH ini tidak jauh beda dengan pola koperasi yang berjalan selama ini. Hanya saja peserta PKH tidak ingin usaha mandiri ini terkontaminasi dengan pola yang bisa menimbulkan kecurangan antar pengelola.
Kepada CN, salah seorang pengurus beras mandiri, Ratnawati mengakui jika program ini ditawarkan pendamping kepada peserta PKH Kecamatan Banggae Timur. Khusus untuk di Kelurahan Baruga, menurut Ratna, beras mandiri ini sedang berjalan dengan jumlah peserta PKH sebanyak 52 orang. Modal usaha yang digalang dari peserta PKH untuk digunakan pengadaan beras. “Beras mandiri ini menyiapkan beberapa jenis sesuai kebutuhan peserta PKH,”tutur Ratna. Setiap peserta PKH bisa membeli di depot beras mandiri meski dicicil.
PKH Kelurahan Baruga, menurut Ratna perlu dibentuk depot beras mandiri karena kondisi alam yang tidak memungkinkan masyarakat memiliki sawah. “Kami tidak memiliki sawah sehingga membentuk usaha mandiri pengadaan beras,”jelasnya. Setiap peserta PKH yang akan membeli beras di Depot Beras Mandiri PKH ini dikenakan harga sama dengan di pasar. Menurut Ratna, keuntungan dari hasil penjualan beras itu akan dikembangkan terus sehingga tidak hanya peserta yang terakomodir melainkan pula warga non peserta PKH.
Ditempat terpisah, pengurus beras mandiri PKH Kelurahan Tande, Nahira mengakui jika program itu sudah berjalan di wialayahnya. Nahira mengakui program ini sudah berjalan sejak enam bulan yang lalu. Dampak yang dirasakan peserta PKH dengan adanya Depot Beras Mandiri PKH pada bulan ramadan lalu. “Peserta PKH di Kelurahan Tande tidak lagi kuatir jika kehabisan beras karena bisa membeli di Depot Beras Mandiri PKH,”tuturnya. Bahkan Nahira mengakui jika warga lain juga membeli di depot karena sedikit lebih mudah karena bisa di cicil.
Dikonfirmasi Pendamping PKH Kecamatan Banggae Timur, Ahmad mengatakan bahwa program beras mandiri timbul dari kasus yang pernah dialami peserta PKH. Berdasarkan laporan warga jika ada peserta PKH terpaksa mengetuk rumah warga karena kehabisan stock beras. Peserta PKH itu meminta tolong kepada warga untuk bisa memberi makan anaknya yang sejak siang usai pulang sekolah belum makan karena stock dirumahnya habis. Kondisi ini menjadi dasar sehingga dibentuk usaha beras mandiri PKH diseluruh wilayah kecamatan Banggae Timur. “Untuk kecamatan Banggae Timur sebanyak 265 peserta PKH dan tersebar di 8 Kelurahan dan desa. Dia berharap program ini bisa berjalan lancar dan dalam jangka panjang mampu menjadi sumber pendapatan peserta PKH dari hasil usaha bersama ini. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here