Banggar DPRD Makassar Sesalkan Tiga Pimpinan Perusda Malas Hadiri Undangan Rapat

0
86

MAKASSAR — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar menyesalkan sikap dari tiga direksi Perusahaan Daerah (Perusda) karena seringnya mengabaikan rapat-rapat dengan pihak legislatif.

“Mereka sering mengabaikan rapat-rapat dengan DPRD dan ini sudah berulang kali terjadi. Seharusnya mereka lebih peka dengan tanggung jawabnya, apalagi kepada masyarakat,” ujar anggota Bangga DPRD Makassar Abdi Asmara di Makassar, Jumat.

Tiga direksi Perusda yang dimaksud oleh anggota Banggar DPRD Makassar yakni Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Haris Yasin Limpo, Dirut Perusda Pasar Makassar Raya Rahim Bustam dan Dirut Perusda Terminal Metro Hakim Syahrani.

Ketidakhadiran para jajaran direksi itu dan hanya mewakilkan pada stafnya saja juga ditanggapi dengan adanya ancaman dari para anggota Banggar DPRD Makassar untuk tidak mengakomodir usulan anggaran yang akan diusulkan pada APBD-Perubahan 2016.

“Jika ini terus-terus dilakukan oleh jajaran direksi dengan hanya mengutus stafnya yang tidak bisa mengambil kebijakan, tidak usah akomodir anggarannya di perubahan (APBD),” tegasnya.

Menurut Abdi, rapat yang dilakukannya itu terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Anggaran tahun 2015.

Karenanya, politisi Partai Demokrat itu meminta kepada tiga Direktur Utama Perusda tersebut agar menghargai para perwakilan rakyat yang ada di legislatif khususnya saat pembahasan anggaran maupun pertanggungjawabannya.

“Ini adalah rapat pertanggungjawaban kepada publik tentang penggunaan anggaran. Seharusnya para dirut yang hadir menyampaikan laporannya. apa saja yang sudah digunakan selama tahun 2015. Kami juga mau tahu apa saja pencapaian dari penggunaan anggaran tersebut, dan apakah target sudah tercapai atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Makassar lainnya Basdir juga menyayangkan sikap dari ketiga jajaran direksi Perusda itu yang seolah-olah menyepelekan unsur legislatif.

Menurut dia, banyak permasalahan yang ada di masyarakat itu perlu penjelasan dari ketiga jajaran direksi tersebut karena sejumlah program sudah direncanakannya sejak awal.

“Bagaimana kita mau tahu progres kinerja mereka kalau mereka saja jarang memenuhi panggilan rapat bersama ini. Kita juga di sini butuh kejelasan, berapa anggaran yang digunakan dan berapa keuntungannya,” jelasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here