Kejaksaan ‘Garap’ Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Diperiksa Selama Delapan Jam

0
77

MAKASSAR — Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel melakukan pemeriksaan maraton terhadap Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Senin (1/8/2016). Mantan Sekda Jeneponto tersebut diperiksa penyidik selama 8 jam mulai sekitar pukul 09:00 Wita hingga pukul 18:00 Wita.

Pemeriksaan Bupati Jeneponto, terkait dugaan keterlibatan kasus tindak pidana korupsi dana aspirasi DPRD Jeneponto tahun 2013 sebesar Rp23 miliar.

Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan 6 tersangka, yaitu Ketua Badan Legislasi DPRD Jeneponto Andi Mappatunru, mantan Ketua Komisi Bidang Keuangan DPRD Jeneponto Alamzah Mahadi Kulle, legislator DPRD Jeneponto Burhanuddin, dan dua orang mantan anggota DPRD Jeneponto, Syamsuddin, Bunsuhari Baso Tika dan staf pegawai dinas PU Jeneponto, Adnan.

Kepala seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin membenarkan terkait pemeriksaan tersebut. Dia menjelaskan bahwa pemeriksaan kepala daera itu sebagai saksi mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto.

“Kita periksa hanya sebatas saksi saja. Yang bersangkutan cukup kooperatif memberikan keterangan kepada penyidik,”ujar Salahuddin kepada wartawan.

Sementara Iksan Iskandar, ssai diperiksa mengatakan bahwa dirinya diperiksa hanya sebagai saksi, dalam kapasitasnya sebagai mantan Sekda Jeneponto pada tahun 2013 lalu. Dia juga mengaku bila dirinya dicecar puluhan pertanyaan dari penyidik, yang memeriksanya.

“Saya hanya dimintai keterangan oleh penyidik. Saya dipanggil sebagai mantan Sekda Jeneponto,” kilah Iksan yang didampingi Kuasa hukumnya Mursalim SH. Iksan menuturkan dirinya hanya mengetahui, pada saat itu ada dana APBD sekitar Rp600 Miliar, yang juga sebagian digunakankan untuk dana aspirasi DPRD Jeneponto tahun 2013. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here