Dinas Kehutanan Sulsel ajak Warga Jaga Kelestarian Flora dan Fauna

0
92

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus menghadapi tantangan dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Dampak pembangunan yang tidak memperhatikan flora dan fauna dinilai mempengaruhi kelangsungan lingkungan. Masih sering terjadi eksploitasi dan eksplorasi terhadap lingkungan di kawasan kabupaten.

Hal itu kemudian menjadi kendala yang perlu diselesaikan, dengan adanya keterlibatan sejumlah pihak. Gubernur Sulsel melalui Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Andi Sukri Mattinetta mengatakan, diperlukan langkah-langkah untuk mempertahankan kelangsungan lingkungan hidup yang baik.

“Kelestarian flora dan fauna menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Apalagi, semakin banyak jenis tanaman dan hewan yang kini langka. Nah, itu perhatian pemerintah daerah dalam melindungi jenis flora dan fauna di Sulsel,” ujar Andi Sukri.

Sulawesi Selatan terletak di 0°12′ – 8° Lintang Selatan dan 116°48′ – 122°36′ Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km² dinyatakan kaya akan keanekaragaman hayati. Terdapat ratusan jenis flora dan fauna, termasuk jenis langka dan dilindungi pemerintah daerah. Flora dan Fauna Khas Sulawesi Selatan seperti Pohon Siwalan atau Pohon Lontar (Borassus flabellifer) sebagai Flora Khas Sulawesi Selatan dan Julang atau Rangkong Sulawesi) (Aceros cassidix) sebagai Fauna Khas Sulawesi Selatan.

“Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu berkoordinasi untuk melestarikannya. Dengan demikian, demi merealisasikan konservasi lingkungan, pemda pun menempuh sejumlah langkah untuk menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati. Langkah-kangkah tersebut adalah penegakan hukum di bidang lingkungan, khususnya dalam upaya pelestarian dan pengelolaan keanekaragaman hayati, dan imbauan agar semua pihak menjaga keberadaan kawasan lindung,”ungkap Andi Sukri. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here