Guru Dasrul Maafkan Pelaku Pemukulan, MA Dibebaskan dari Dakwaan

0
82

MAKASSAR —  Terdakwa kasus penganiayaan guru SMK Negeri 2 Makassar, MA (17) akhirnya bisa bernafas lega. Setelah korban Dasrul mengabulkan permohonan dari kuasa hukum terdakwa, untuk membebaskan terdakwa dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Keduabelah pihak sepakat melakukan perdamaian, melalui proses diversi yang berlangsung secara alot selama 1 jam di ruang Diversi Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (6/9).

Dasrul yang menjadi korban penganiayaan telah ikhlas memaafkan perbuatan MA terhadap dirinya. Sehingga Korban tidak melanjutkan proses hukum terhadap terdakwa, hingga kepersidangan.

“Ini bapak sudah memaafkan tersangka. Dan meminta agar MA dikembalikan ke orang tuanya. Dia juga tidak meminta konpensasi atas luka yang dialami”kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Makassar, Rustiani Muim, usai mengikuti proses Diversi yang dilakukan antara keduabelah pihak.

Menurut Rustiani dari hasil kesepakatan damai yang dilakukan, maka proses hukum tersangka tidak dilanjutkan ke Persidangan dan dibebaskan dari tuntutan JPU.

“Proses diversi berhasil. Kedua belapihak bersepakat damai,” tukas, Rustiani. Menurut Rustiani upaya hukum terhadap tersangka tinggal menunggu penetapan ketua Hakim Pengadilan Negeri Makassar atas hasil diversi tersebut.

“Hari kamis akan dibuatkan surat pernyataan oleh Ketua Pengadilan. Surat pernyataan itu  akan dijadikan dasar untuk membebaskan tersangka,” bebernya.

Kuasa Hukum tersangka MA, Abdul Gafur menyampaikan ucapan terima kasih atas sikap Dasrul selaku korban karena mau memaafkan terdakwa. Sehingga proses hukum klienya tidak sampai ke Pengadilan.

“Kami dari penasehat hukum sangat salut dengan pak Dasrul, karena mau  memaafka MA. Dan saya juga salut karena pernyataan Dasrul yang mengatakan, bahwa Dasrul juga adalah orang tua terdakwa di sekolah,” kilahnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here