KPK Akhirnya Tahan Legislator Asal Sulsel Andi Taufan Tiro

0
81

JAKARTA — Anggota Komisi V DPR Andi Taufan Tiro resmi ditahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka.

Melalui awak media, Andi meminta maaf kepada partainya lantaran terjerat kasus korupsi yang berujung penahanan. Meski demikian, dia mengklaim tidak ada aliran uang hasil pidana ke partai yang menjadikan dirinya sebagai anggota DPR yakni PAN.

“Saya ucapakan terimakasih kepada PAN. Engga ada (aliran dana ke PAN), saya hanya ucapkan terimakasih,” kata Andi sebelum ditahan oleh KPK, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Selain kepada partai, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada daerah pemilihan yang mengantarkan ke Senayan.

“Ya minta maap aja yah kepada konstituen saya di Sulawesi Selatan atas kejadian ini,” papar dia.

Adapun Yudi ditahan untuk 20 hari pertama. Dia ditahan guna kepentingan penyidikan atas kasus yang menjeratnya. “Ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur,” ujar Kepala Bagaian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha.

Andi Taufan ditetapkan tersangka bersamaan dengan Kepala BPJN IX, Amran HI Mustary. Namun, sampai saat ini Andi Taufan belum juga ditahan. Sementara Amran sudah ditahan sejak Selasa 23 Agustus 2016 lalu.

KPK sendiri telah menetapkan tujuh orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tiga diantaranya yakni Anggota Komisi V DPR RI.

Mereka yakni, Damayanti Wisnu Putranti dari Fraksi PDIP, Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar dan Andi Taufan Tiro dari Fraksi PAN. Ketiganya diduga menerima fee hingga miliaran rupiah dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir.

Sementara tersangka lainnya yakni, Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary, Abdul Khoir serta dua rekan Damayanti, Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini.

Abdul Khoir telah divonis bersalah. Dia diputus empat tahun bui dan denda Rp200 juta subsidair lima bulan kurungan. Khoir didakwa bersama-sama memberi suap kepada pejabat di Kementerian PUPR dan sejumlah Anggota Komisi V.

Total uang suap yang diberikan Abdul sebesar Rp21,38 miliar, SGD1,67 juta, dan USD72,7 ribu. Suap diberikan oleh Abdul bersama-sama dengan Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng dan Direktur PT Sharleen Raya (JECO Group) Hong Arta John Alfred. [ton]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here