Pengadilan Negeri Parepare Vonis Hukuman Mati Tiga Pelaku Narkoba

0
125
PAREPARE—-Tiga terdakwa kasus penyelundupan Narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 kilogram akhirnya, di vonis Mati pihak Pengadilan Negeri Parepare.
Terpidana Hartono (25) dijatuhi vonis mati, sementara dua rekannya Makmur (27), dan Yunus (40) di hukum penjara seumur hidup. Hukuman itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.
Dalam Kasus penanganan Shabu shabu di Wilayah Sulsel ini, 3 Terpidana diatas merupakan yang pertama kalinya dijatuhi Hukuman Mati dan Seumut Hidup pihak Hakim Pengadilan Negeri Parepare.
Ke tiganyanya merupakan Penbawa Shabu paling besar dari sejumlah Kasus di wilayah Sulawesi Selatan kurung waktu 1 tahun terakhir, sebelumnya Pengadilan Negeri Pinrang juga memvonis 2 tedakwa Kasus serupa 15 dan 25 Tahun bagi pasangan Suami Istri H.Damang dan Istrinya atas Kepemilikan Shabu 8 Kg di wilayah Polres Pinrang.
Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Parepare, Sulawesi selatan (Sulsel) tersebut di pimpin langsung kepala pengadilan Negeri, Salam Al Farisi. Hampir seluruh keluarga terdakwa hadir di tengah berlangsungnya sidang. Kamis (8/9/2016).
Mendengar vonis terhadap dalah seorang Terdakwa, Hartono langsung menyatakan banding atas putusan majelis hakim. Sementara dua terdakwa lainnya menyatakan masih fikir-fikir‎.
Jaksa penuntut umum (jpu), Irwan SH. Mengaku Vonis mati terhadap terdakwa Hartono‎, karena diketahui dan hasil Pemeriksaan berulang kali melakukan aksi serupa.  “Vonis mati yang dijatuhkan terhadap salah satu terdakwa karena sudah tiga kali beraksi menyelundupkan sabu dalam jumlah besar,”jelas Irwan.
Seperti yang diketahui, ketiga terdakwa ditangkap tanggal 5 Februari lalu oleh Sat Intelkam Polres Parepare.
Sementara 2 Terdakwa lainnya, Yunus (40), serta Makmur (27) Warga Parepare, di jatuhi vonis seumur hidup.Kedua Terdakwa ini memiliki peran yang berbeda, Makmur yang bekerja sebagai Buruh Pelabuhan diketahui sudah 2 kali menjemput shabu dalam jumlah Kiloan, di Pelabuhan Parepare, dan Ia selalu menjemput barang itu di Kapal untuk diserahkan kembali ke pemiliknya.Sementara Yunus warga Sidrap berperan menjemput barang dari rumah (Tangan Makmur) untuk diserahkan kembali ke Pemesan di Kabupaten Sidrap dengan berpura pura menjempuy ternak di Pelabuhan dengan menggunakan mobil ternak.
Pengawalan ketat pun, nampak dilakukan aparat kepolisian di tengah berlangsung sidang. Hampir seluruh keluarga terdakwa hadir.
Ketua majelis hakim, Salman Al Farizi, saat membacakan putusan mengatakan, dua dari tiga terdakwa adalah warga Sidrap, Vonis yang dibacakan Majelis hakim ini sesuai dengan tuntutan jaksa.
Dari awal penangkapan  ketiga terdakwa tersebut dilakukan 5 Februari lalu saat Sat Intelkam Polres Parepare mencurigai Makmur (Salah seorang terpidana) warga Parepare yang tinggal di jalan Lasiming, Makmur.  Dari tangan Makmur ditemukan sabu seberat 10 kilogram dan memang sudah diintai saat barang tersebut dijemput di Pelabuhan Nusantara.
Dari Makmur, polisi melakukan pengembangan dan menangkap dua orang Yunus dan Hartono. Yunus dan Makmur sebagai kurir dan Hartono alias Tono yang divonis mati merupakan distributor barang.
Hingga saat ini Onding, Pemilik barang haram 10 kilogram itu sendiri belum tertangkap, dan hingga saat ini masih dalam target Kepolisian, Onding merupakan warga Rappang, Kabupaten Sidrap.     Ke 3 terdakwa diganjar  pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pasal 115 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here