Pencucian Benda Pusaka di Istana Balla Lompoa Gowa Berpotensi Ricuh

0
108

GOWA —- Kericuhan antara kubu keluarga kerajaan Gowa dan Satpol PP pecah Minggu (11/9/2016). Bentrok dua kubu ini terjadi berterkaitan dengan rencana pencucian benda pusaka (Accera Kalompoang) yang akan dilakukan Senin (12/9/2016).

Potensi ricuh pun kembali bisa terulang saat puncak acara Accera Kalompoang. Sebab, selain keluarga kerajaan Gowa, pihak Lembaga Adat Daerah (LAD) Gowa juga berencana menggelar acara yang sama.

Andi Rivai Karaeng Anak Moncong dari pihak keluarga kerajaan Gowa tegas mengatakan akan melakukan ritual pembersihan/atau pencucian benda-benda pusaka milik kerajaan Gowa.

“Besok akan kami lakukan itu. Makanya hari ini dilakukan ritual dengan membawa sapi mengelilingi istana Balla Lompoa sebagai rangkaian dari pencucian benda pusaka (Accera Kalompoang) yang dilakukan turun temurun,” kata Andi Rivai, Minggu (11/9/2016).

Baca Juga:

Iapun menambahkan, sepanjang sejarah Gowa, baru kali ini ada yang menghalang-halangi untuk dilakukannya ritual yang rutin diadakan setiap tahun oleh pihak keluarga Kerajaan Gowa.

“Baru kali ini, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada yang menghalangi, karena memang kita lakukan setiap tahun, baru kali ini terjadi,” tambah Andi Rivai.

Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purictha Ichsan yang juga ketua Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa juga menegaskan akan melakukan ritual Accera Kalompoang berdasarkan amanat Perda LAD Gowa yang telah disahkan.

“Pemda akan melakukan ritual pembersihan/pencucian benda pusaka, karena ini sudah diatur dalam Perda No 5 tahun 2016. Bahwa Bupati Gowa adalah Ketua Lembaga Adat menjalankan tugas dan fungsi pokok Sombayya Ri Gowa. Jadi itu akan dilaksanakan,” tegas Adnan usai dikukuhkan sebagai Ketua Lembaga Adat (LAD) Kabupaten Gowa beberapa hari yang lalu.

Informasi yang dihimpun, kedua belah pihak sudah mengedarkan undangan untuk acara ritual tahunan Accera Kalompoang yang waktu dan tempatnya bersamaan Senin 12 September 2016 di Isttana Balla Lompoa.

Diketahui, Benda Kerajaan yang ada dalam brankas tersebut, Mahkota (Salokoa), Selendang (Kolara), Ponto Jangan-jangan (Gelang) dan Pedang (Sudanga) yang masing-masing terbuat dari emas murni.

Kepala Bagian Operasional Polres Gowa, Kompol Heri Noveri Santoso, mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi atas pelaksanaan ritual pembersihan/pencucian benda-benda pusaka milik kerajaan gowa (Acera kalompoang).

Menurutnya, acara tersebut tetap dalam pengawasan polisi. “Pihak kami lakukan terus koordinasi antara kedua belah pihak, harapan kami agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” singkat Heri seperti dikutip dari salah satu media online. (int)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here