Kasus Dugaan Pemerasaan Fee Proyek 15 Persen di Parepare Segera Masuki Babak Baru, Kejaksaan Segera Lakukan Pendalaman

0
67

PAREPARE — Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare mulai mendalami laporan Abdul Madjid Mas’ud, salah satu pengusaha penyedia jasa kontruksi yang mengaku menjadi korban dugaan pemerasaan fee proyek sebesar 15 persen.

Laporan itu diarahkan pada oknum anggota BPC Gabungan Pengusaha Konstruksi(Gapensi) Parepare.

“Laporannya telah kami terima yang disertai berkas dokumen yang dijadikan dasar pelaporan rekanan. Kita saat ini mulai mengumpulkan bahan keterangan dari berbagai sumber terkait, yang dianggap mengetahui dugaan setoran fee 15 persen tersebut,” ujar Kasi Intel Kejari Parepare, Yusuf Syahrir, Jumat (30/9/2016).

Yusuf menambahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait hal itu. Karena lembaga tersebut juga ikut mendalami kasus terkait dugaan setoran fee proyek 15 persen. Meski yang menjadi pelapor adalah Ketua Gapensi Muhammad Idham Nusu.

“Laporannya kita respons. Segera kita lakukan pemgumpulan bahan keterangan. Sejak awal, kami memang membuka ruang bagi siapa saja yang merasa rugikan terkait pelaksanaan proyek tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu pihak pelapor, Abdul Madjid Mas’ud mengharapkan laporan tersebut disikapi serius pihak kejaksaan. Karena menyangkut nasib para rekanan yang ada di Parepare.

“Jika di Kejari tidak direspon laporan yang sama, akan saya lanjutkan, yakni Kejaksaan Tinggi Negeri Makassar (Kejati Sulselbar),” tambahnya seperti dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here