Masuki Musim Penghujan, Sukri Ingatkan Warga Tidak Merambah Hutan !!!

0
55

imagesMAKASSAR, CNEWS — Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan Ir. Sukri Mattinetta kembali mengingatkan warga agar tidak merambah hutan sembarangan. Pasalnya perambahan hutan akan merusak ekosistem lingkungan dan berpotensi menimbulkan bencana alam. Bahkan pelaku juga akan dikenakan sanksi hukum jika kedapatan melakukan perambahan hutan. Penegasan ini sampaikan Sukri menyusul kondisi alam saat ini yang mulai memasuki musim penghujan.

Penegasan Kepala Dinas Kehutanan Sulsel tersebut tidak berarti melarang masyarakat untuk berkebun lada namun harus dilahan yang jelas statusnya, dalam artian bukan kawasan hutan. “Di Sulawesi Selatan banyak perkebunan lada yang tidak terkontrol. Kami berharap ke depan, tidak ada lagi pembukaan kawasan hutan dijadikan perkebunan sebab akan berdampak pada kerusakan lingkungan, tanpa ada izin atau koordinasi dari pihak terkait,” tandasnya.

Apalagi beberapa waktu lalu, kata dia, banjir sempat melanda beberapa daerah di tanah air. Ini pertanda bahwa tidak ada lagi resapan air, lingkungan telah rusak sehingga bencana banjir melanda. “ Kami telah berulang kali mengingatkan agar menghentikan perambahan hutan sebelum datang bencana yang lebih besar lagi.

Imbauan ini kami sampaikan dari perangkat pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. Saya berharap jika masih terjadi, maka akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Ia mengatakan, pemerintah sangat mendukung apabila keinginan masyarakat membuka lahan perkebunan, namun warga harus mengetahui apakah lahan perkebunan tersebut termasuk dalam kawasan hutan atau tidak. “Kalau masyarakat ragu tentang lahan tersebut, masuk atau tidaknya Wilayah kawasan hutan lindung, silahkan saja datang ke Dinas untuk melihat titik kordinat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sukri juga mejelaskan dalam menjaga kawasan dan kelestarian hutan, pihaknya juga begitu intens menggiatkan personil Polisi Kehutanan (Polhut) yang ada dan melakukan patroli rutin ke wilayah-wilayah yang dianggap rawan terjadinya pelanggaran di kawasan hutan.

Kegiatan itu lebih fokus kepada pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar kawasan hutan. Ini bertujuan agar dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat tentang pelestarian hutan, terutama bagi yang bermukim di pinggir-pingir bukit atau hutan di kawasannya.

Dinas Kehutanan Sulsel juga menggiatkan penghijauan hutan dengan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), khususnya di lahan kritis, meningkatkan pengawasan peredaran hasil hutan, pemasangan plang informasi kawasan hutan dan operasi-operasi lainnya.

Khusus RHL, Dinas Kehutanan memberikan bantuan bibit tanaman produktif kepada masyarakat. Upaya itu dilakukan secara berkesinambungan diseluruh hutan di wilayahnya sehingga tetap lestari dan berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

“Kita minta masyarakat setempat agar terus menjaga kelestarian hutan di daerahnya masing-masing. Jangan biarkan hutan terganggu akibat berbagai kegiatan manusia karena hutan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, ” katanya.

Sementara itu, Sukri menambahkan, penebangan hutan secara liar dapat dikenakan sanksi tindak pidana sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 41 tahun 1999, tentang Kehutanan. Sesuai UU tersebut pelaku penebangan hutan secara liar dapat dikenakan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp5 milliar.

Menurutnya, hutan berfungsi untuk menghambat berbagai ancaman bencana alam seperti halnya tanah longsor, banjir dan sebagainya. Kemudian, hutan juga dapat mengurangi risiko ancaman keganasan binatang buas karena jika hutan sebagai tempat tinggalnya telah gundul maka kehidupan manusia akan menjadi terusik dan tidak tenang oleh binatang buas tersebut.

“Kalau hutan dibabat maka akan berdampak besar bagi masyarakat itu sendiri dengan terjadinya berbagai macam bentuk bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan. Maka itu fungsi hutan amat penting bagi kehidupan masyarakat, ” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here