Gara-Gara Rebut Suami Orang, Guru SMP 19 Moncongloe Dilaporkan ke Bupati Maros

0
213
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

MAROS – Seorang warga Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Kartini melaporkan seorang guru SMP 19 Moncongloe, yang benama Suriani ke Bupati Maros, Hatta Rahman, Kamis 13 Oktober 2016.

Kartini juga mengirimkan Laporan secara tertulis tersebut, kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bawasda, Kepala BKDD dan Komisi III DPRD Kabupaten Maros.

Kartini mengatakan, oknum guru tersebut dilapor karena diduga telah merebut suaminya, Nurdin, sehingga kehidupan pasangan tiga orang anak ini berantakan.

“Suami saya sudah menikah di Kampung Birinjene, Desa Moncongloe, pada bulan September 2015 lalu tanpa ada pemberitahuan dan persetujuan dari saya maka saya akan melaporkan hal ini,” ujar Kartini

“Sejak suami saya sudah menikah, kehidupan keluarga saya sangat  berantakan. Rumah yang telah dibangunnya sudah dijual, anak pertamanya Awaluddin juga terpaksa harus putus kuliah di Bandung akibat kurangnya perhatian,” ujarnya.

Sementara, anak keduanya Nuraliza menganggur, dan anak ketiga Daib Sakha masih kecil dan belum sekolah. “Saya dan anak saya tidak punya rumah lagi, akibat sudah di jual oleh suami saya. Makanya saya harus tinggal di rumah orangtua saya di daerah Takalar. Kehidupan saya mulai tenang saat tinggal di daerah Takalar di rumah orang tua saya. Tapi, Suriani kadang sering meneror saya melalui telepon,” katanya.

Maka dari itu, Kartini mendesak Bupati Maros Hatta Rahman untuk segera memberikan sanksi dan mencopot oknum tersebut dari jabatannya karena telah merusak nama baik guru di Maros dan telah menghancurkan rumah tangga orang lain.

“Dengan tegas, saya meminta kepada Pak Bupati untuk memecat PNS yang bernama Suriani yang sudah merebut suami saya dan menghancurkan keluarga saya,” ujar Kartini.

Ibu rumah tangga ini yang bernama Kartini menjelaskan, sejak tahun 2014 lalu, oknum guru yang bernama Suriani tersebut berselingkuh dengan suaminya. Padahal, Suriani juga masih memiliki suami yang sah, begitu pula sebaliknya.

Suami saya dan Hj.Suriani, pernah tinggal berduaan di kompleks perumahan Nusa Tamalanrea Permai (NHP) yang berada di belakang  BTP Makassar.

“Dia tinggal di Makassar, sementara saya dan anak-anak saya hidup menderita karena kan suami saya Nurdin tidak mau pulang ke rumah akibat adanya pihak ketiga, yang sudah menghancurkan keluarga saya.” ujarnya seperti dilansir oleh salah satu media online (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here