Kejati Temukan Warga Belum Terima Ganti Rugi Pembebasan Lahan Bandara

0
84

MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terus menelusuri kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Hari ini, Kejati Sulselbar memanggil 5 orang yakni 3 pejabat Pemprov Sulsel dan 2 warga untuk menjadi saksi.

Salah satu warga yang diperiksa, Dion mengaku dirinya adalah keluarga yang terkena pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Dusun Badoibado Desa Baji Mangai Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Hanya saja, saat pembebasan lahan pihaknya tidak mendapatkan ganti rugi.

“Sampai saat ini saya belum terima ganti rugi atas pembebasan lahan,” singkatnya di kantor Kejati Sulselbar, Senin 21 November 2016. Dirinya enggan merinci luas lahan yang dibebaskan untuk perluasan Bandara.

Sementara itu Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar Salahuddin membenarkan pemanggilan terhadap Dion dikarenakan yang bersangkutan salah satu warga yang dibebaskan lahannya untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin dan tidak mendapatkan ganti rugi lahan.

“Dia mengaku sama sekali tidak mendapatkan ganti rugi. Nah inilah yang masih dikaji tim penyidik siapa yang menerima uang ganti rugi lahan,” ujarnya.

Dia menambahkan kesaksian Dion sangat penting karena tim penyidik sebelumnya juga menemukan adanya bukti adanya pembayaran pembebasan lahan yang dimana hanya fotokopi surat tanah.

“Ada sinyalemen lahan fiktif seluas 16 hektare yang dibebaskan dari lahan seluas 60 hektare yang saat ini didalami oleh tim penyidik,” tuturnya. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here