Penyidik Polrestabes Diduga ‘Main Mata’ Tangani Laporan Pemalsuan Sertifkat, Kasunya Dilaporkan Enam Tahun Lalu, Hingga kini Belum ada Kejelasan !!!

0
126

MAKASSAR — Penyidik Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar dinilai ‘main mata’ menangani kasus pemalsuan sertifikat tanah milik Mei Tjoe alias Lili Phie yang dilaporkan oleh Charles, sejak 2010 lalu. Sejak laporan Charles enam tahun lalu itu, hingga kini belum ada kejelasan.

Bahkan yang dilaporkan yakni Phie Sui Goan dan Phie San Goan belum tersentuh hukum. Laporannya itu bahkan dilakukan kembali pada 2012 lalu. Informasi yang dihimpun, sejak laporan Charles 2010 dan 2012 hingga laporan terbarunya 2016, terlapor hingga kini belum tersentuh hukum. Padahal, pelapor menilai terlapor itu telah melakukan pemalsuan sertifikat.

“Polisi harus bertindak profesional. Laporan kami yang sudah sejak 2010, kemudian 2012, dan yang terbaru ini 2016, belum juga ditindaklanjuti, padahal ada bukti surat warisan dan putusan Mahkamah Agung, ini ada apa” ujar Charles saat dihubungi, Senin (28/11/16).

Laporan polisi yang terbaru kata Charles, bernomor LP/1994/POLDA SULSEL/RESTABES MKS, tanggal 16 Agustus 2016. Sejak laporannya terbarunya itu, hingga kini Charles mengaku belum juga dimintai keterangannya. Charles menjelaskan, pihaknya telah memiliki bukti kuat telah terjadi pemalsuan sertifikat.

Itu setelah keluar putusan dari Mahkamah Agung atas gugatan perdata terhadap Goan bersaudara yang memenangkan istrinya Mei Tjoe, pada 2014. Lokasi lahan yang dimaksud seluas 282 meterpersegi, terletak di Jalan Cendrawasih Nomor 213, Kelurahan Baji Mappasunggu Makassar dan tanah seluas 159 meterpersegi, terletak di Jalan Sungai Walanae Nomor 97 kelurahan Maricaya Baru Makassar.

“Saya sudah berikan bukti salinan itu ke polisi. Saya kecewa dengan pihak kepolisian yang terkesan laporanku diabaikan begitu saja. Padahal bukti terjadinya pemalsuan cukup kuat,” terangnya. Tidak hanya polisi, Charles pun sempat mengungkapkan kekecewaannya kepada Pengadilan Negeri Makassar yang baru memberitahukan salinan putusan MA tersebut kepihaknya. “Saya selaku penggugat ini baru tahu salinan putusan ini sudah turun.

Kami tidak disampaikan malah yang disampaikan si pihak tergugat. Itu pun salinannya baru diberikan kesaya setelah datang langsung dan mendesak agar salinan MA itu diberikan,” jelas Charles. Saat ini lokasi lahan tersebut akan dieksekusi pihak pengadilan setelah keluarnya surat penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri Makassar yang ditandatangani Ketua PN Andi Cakra Alam. “Saya sudah bayar biaya eksekusi Rp 10 juta, kami harap lahan itu segera dieksekusi,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera diminta tanggapannya menilai, kasus yang dilaporkan Charles itu sudah terlalu lama. Menurutnya, penyidik harusnya memberikan kapastian hukum. “Terlalu lama kasus itu. Harusnya penyidik berikan kepastian hukum bukan digantung. Salah satunya SP2HP atau SP3. Disini diliat penyidik berani atau tidak melakukan hal tersebut sesuai profesionalnya,” terangnya. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here