Lakukan Pungutan Liar Karcis Masuk di Paotere, Tim Satges Polda Sulsel OTT 3 PNS Dinas Kelautan Perikanan Makassar dan 7 Orang Lainnya

0
131

MAKASSAR —- Tim Satgas Saber Pungli Polda Sulsel menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar karcis masuk di UPTD TPI  (Tempat Pelelangan Ikan) Paotere Makassar, Minggu (4/12/2016).

Empat diantara para tersangka itu merupakan PNS Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Peternakan (DKP3) Makassar, satu honorer dan enam preman yang setiap harinya sebagai penagih karcis. Atas perbuatannya, kesembilan tersangka dijerat pasal 372 dengan ancaman 4 tahun penjara dan pasal 374 ancaman 5 tahun.

Kapolres Pelabuhan Makassarm, AKBP Said Anna Fauza mengatakan, OTT yang terdiri dari Ditkrimum Polda Sulsel dan Polres Pelabuhan Makassar mengamankan uang tunai Rp 5.230.000, 4 blok karcis, 59 lembar potongan karcis retribusi senilai Rp1.000, 15 blok karcis restribusi yang belum terjual, buku register penyetoran dan tanda terima penyetoran uang ke bendahara.

“Para pelaku memungut biaya 1000 sampai 2000 bagi yang ke parkiran TPI Paotere. Jumlah karcis yg terjual pada saat OTT adalah 459 lembar, apabila diuangkan sebanyak Rp 459.000. Sedangkan dari tangan para pelaku didapat uang sebanyak Rp 5.230.000. tapi pada saat OTT mereka sembunyikan uang sebanyak Rp 4.810.000. Apabila dibandingkan dengan data harian, dana yang disetorkan ke kas daerah melalui bank BPD sebanyak antara 2,4 juta sampai 2,5 juta perharinya, selebihnya tidak disetor,” kata Said Anna Fauza.

Jika dihitung, keuntungan yang didapat dari karcis parkir perbulannya rata-rata 150 juta. Belakangan diketahui pungutan liar ini diketahui sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Atas dasar itu, Tim Satgas Saber Pungli Polda Sulsel bersama Polres Pelabuhan Makassar menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kita tidak lakukan penahanan selama para tersangka tidak mengulangi perbuatan, tidak melarikan diri atau menghambat proses penyidikan dan yang pasti wajib lapor serta proses hukum tetap jalan mas,” Jelas Anna Fauza.

Menurut Said Anna Fauza, penangkapan ini berawal saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat kerap terjadi pungutan liar di UPTD TPI  (Tempat Pelelangan Ikan), setelah dilakukan penyelidikan, tepatnya hari Kamis 1 Desember 2016 kemarin, pihaknya langsung menangkap sembilan orang yang melakukan pemungutan liar tanpa menggunakan karcis tanda retribusi.

“Bedasarkan laporan masyarakat, sejak tanggal 29-30 nov 2016, tim satgas Saber Pungli dari Polda Sulsel melakukan penyelidikan dan pengintaian hasilnya, di UPTD TPI Paotere Makassar terjadi aktifitas pungli yang dilakukan para pelaku,” jelasnya.

Para PNS DKP3 Makassar itu memiliki peran berbeda, diantaranya Kordinator kolektor Sultan, kolektor karcis Rahayu, kolektor karcis retribusi M Arman Amin, kolektor karcis retribusi M Aswar, Honorer DKP3 Asril, serta enam preman yakni Lili, Jamaludin, Harijo, Nurdin, dan Sofyan Harianggara. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here