Tersangka Korupsi DID Luwu Utara Mantan Kadis Pendidikan Andi Sariming Dijebloskan ke Lapas Makassar

0
92

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah menerima pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan program modul eksperimen sains berbasis teknologi informasi, untuk sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Serta pengadaan Life Sciense untuk SMP tahun 2011 di Kabupaten Luwu Utara.

Proyek tersebut diketahui telah menggunakan anggaran Dana Intensif Daerah (DID) sebesar Rp18,5 miliar.

Kejati Sulsel telah menerima pelimpahan tahap dua tersebut dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel.
Tersangka dalam kasus ini dijerat dengan pasal 2 ayat (1) subs pasal 3 Undang-undang tentang Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal 55 KUHP.

Dalam kasus ini penyidik Ditkrimsus Polda Sulsel telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut. Keduanya yaitu, mantan Kadis Diknas Lutra, Andi Sariming dan mantan PNS H Agung bin Baddu.

Kedua tersangka diduga telah melakukan rekayasa harga alat peraga berupa modul eksperimen sains berbasis teknologi informasi, sehingga menimbulkan kerugian negara.

Setelah dilimpahkan oleh penyidik, keduanya pun langsung dijebloskan kedalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Makassar, menjalani masa penahanan Kejaksaan selama 20 hari.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin membenarkan terkait adanya pelimpahan tahap dua kasus tersebut dari penyidik Ditkrimsus Polda Sulsel. “Kami telah menerima pelimpahan tahap dua tersangka dan barang buktinya dari penyidik Polda Sulsel,” ujar Salahuddin, Jumat (23/12/2016).

Pelimpahan tersebut dilakukan kata Salahuddin, karena berkas kasus tersebut telah dinyatakan lengkap. Semua unsur syarat formil dan materilnya telah terpenuhi dan dianggap layak untuk dilimpahkan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here