Kongkalikong Lapak Baru Beda Jumlah Fisik Lapak dan Jumlah di Surat Penyerahan Penggunaan Bangunan

0
92

SINJAI — Pedagang pasar Sentral Kabupaten Sinjai meminta Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk segera memfungsikan bangunan baru lapak dagang yang sudah selesai pembangunannya, mengingat bangunan lapak tersebut telah selesai sejak sebulan yang lalu, namun hingga saat ini belum ditempati pedagang. Sehingga para pedagang yang awalnya berjualan di lokasi pembangunan lapak terpaksa berjualan di pinggiran jalan.

Salah satu pedagang yang namanya enggan disebutkan, mengungkapkan selama pembangunan lapak baru yang telah memakan waktu berbulan bulan tersebut sangat mempengaruhi penghasilan mereka, pasalnya para pembeli enggan singgah membeli karena jalan sempit, yang mana jalan yang seharusnya menjadi lorong pasar tersebut terpaksa digunakan pedagang untuk menjajakan dagangannya.

” Selama pembangunan, jarang pembeli mau singgah, karena kalau mereka singgah jalan tersebut langsung macet, jadi biasa kalau ada yang mau beli, tiba-tiba orang mau lewat terpaksa mereka juga langsung pergi karena merasa dirinya menghalangi jalan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, PPK Pembangunan Lapak Pasar Sentral dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sinjai, Ramli Latif mengatakan bahwa terkait dengan difungsikannya lapak tersebut merupakan kewenangan Dispenda untuk membagikan lapak yang telah dibangun kepada pedagang yang sudah didata.

” Itu bukan kewenangan kami, kami disini cuma bertanggung jawab masalah pembangunannya, dan kami telah menyerahkan untuk penggunaan bangunan tersebut sesuai Surat Penyerahan Penggunaan Bangunan yang ditanda tangani oleh Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Sentral tertanggal 2 Desember lalu. Jadi untuk difungsikannya lapak tersebut¬† itu adalah kewenangan Dispenda, merekalah yang membagikan lapak tersebut ke pedagang,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dispenda, Drs. Haeruddin yang ditemui diruang kerjanya, Kamis (29/12) mengatakan bahwa dirinya baru tahu jika ternyata pembangunan tersebut telah diserahkan ke UPTD Pengelolaan Pasar, namun sesuai informasi dari staff UPTD Pengelolaan Pasar Sentral, Abu Bakar ternyata ada kesalahan pada surat penyerahan penggunaan bangunan tersebut, sehingga belum dilaporkan dimana jumlah lapak secara keseluruhan di surat penyerahan berjumlah 107 lapak, sementara fisik dilapangan hanya berjumlah 103.

” Saya juga baru tau itu Dinda, tapi ternyata ada selisih 4 lapak pada surat penyerahan dengan fisik dilapangan sehingga sampai saat ini belum dibagikan, karena tidak sesuai jumlah lapak yang ada dilapangan dengan yang tertera di surat penyerahan, untuk itu belum kita bagikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Haeruddin berharap agar para pedagang bisa bersabar untuk sementara, karena saat ini pihaknya akan kembali mengkoordinasikan dengan pihak Disperindag terkait selisih jumlah lapak tersebut, setelah itu pasti kami akan bagikan sesuai data pedagang yang ada. (rhmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here