Kejati Sulselbar Periksa Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Majene

0
86

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melakukan pemeriksaan terhadap dua pejabat setingkat kepala dinas pada Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terkait dugaan korupsi Program Pemberantasan Buta Aksara tahun anggaran 2013-2014.

“Keduanya kita panggil untuk dimintai keterangannya soal dana hibah tahun 2014, di Pemkab Majene,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin di Makassar, Selasa (3/1/2017)

Dua pejabat yang menjalani pemeriksaan, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Majene, Anwar Lazim dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata Pemkab Majene, Abdul Hamid.

Keduanya kata Salahuddin, dipanggil hanya untuk dimintai keterangan sebagai saksi saja untuk tersangka lainnya sekaligus mendalami proses penyelidikan untuk mencari tahu semua yang terlibat dalam dalam kasus ini.

Hanya saja Salahuddin belum bisa membeberkan terlalu jauh, terkait pemeriksaan kedua pejabat tersebut yang dilakukan oleh penyelidik. Menurut dia hal tersebut masih terlalu dini untuk di ekspose ke publik.

“Penyelidik masih melakukan Puldata dan Pulbaket,” bebernya.

Salahuddin tidak menampik bila pihaknya masih akan mendalami terkait peran keduanya dalam kasus tersebut. Hanya saja dia belum berani memastikan apakah kedua pejabat tersebut ada memiliki keterlibatan dan peran dalam kasus ini.

“Semua itu tupoksi penyelidik, biar tim nanti yang akan menyimpulkan hasilnya,” kata Salahuddin.

Adapun pemeriksaan kedua kadis itu untuk pengembangan dari Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Hidayah Sulawesi Barat, Safnur yang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Berdasarkan informasi dari penyidik Pidsus Kejati Sulsel, tersangka Safnur diduga telah menerima dana untuk kegiatan program pemberantasan buta aksara pada Dinas Pendidikan di Sulbar sebesar Rp424 juta.

“Untuk tahanan titipan ini kita langsung masukkan ke sel mapenaling (masa pengenalan lingkungan) kemudian setelah itu akan kita masukkan ke blok kasus Tipikor,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here