Pasca Insiden Taruna STIP Jakarta, Direktur PIP Makassar Tegaskan Taati SOP dan Perketat Pengawasan

0
650

MAKASSAR — Pasca insiden yang menimpa salah seorang Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Jakarta yang tewas akibat penganiayaan oleh senior satu kampusnya, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, mengultimatum jajarannya.

Direktur PIP Makassar, Ahmad Wahid, dalam pemeriksaannya ke Dormitory taruna dan taruni di Kampus II PIP Makassar,Jalan Salodong Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Makassar (Senin, 16/1/2017), menekankan kepada seluruh jajaran pegawai yang terlibat dalam kegiatan pengasuhan Taruna dan Taruni di lingkungan PIP Makassar agar senantiasa mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan melakukan pengawasan yang melekat dalam pelaksanaan kegiatan pengasuhan.

Menurutnya,Taruna dan Taruni adalah amanah yang dititipkan oleh orang tuanya untuk dididik menjadi tenaga profesional dibidang kepelautan yang kelak akan menjadi pahlawan-devisa bagi negara serta menjadi salah satu elemen motor penggerak perekonomian bangsa sehingga seyogyanya kita yang mendapat titipan dan amanah tersebut dapat secara ikhlas, penuh dedikasi dan totalitas dalam melaksanaan pembinaan.

“Agar dalam kegiatan pengasuhan harus dengan SOP, serta melakukan pengawasan yang melekat kepada seluruh taruna dan taruni,” Himbau Ahmad Wahid di depan petinggi PIP Makassar.

Lebih jauh Ahmad menjelaskan, kepada pembantu Ditektur III bidang Ketarunaan beserta Kepala Pusat Pembinaan Karakter beserta seluruh struktur pelaksanaan pengasuhan seperti Perwira Dinas, Perwira Jaga, Pengasuh, Pembina Taruna, Perwira Kompi, Kepala Unit Olah Raga dan Seni, Kepala Unit Psikologi, Kepala Unit Kesehatan, serta Kepala Sub Bagian Ketarunaan selaku Regulator harus secara proaktif dan senantiasa bersinergi dalam pelaksanaan pengasuhan.

Pentingnya membangun pola kekeluargaan dan kebersamaan dikalangan Taruna dan Taruni dalam menjalani kehidupannya di kampus, terkhusus bagi Taruna yang memiliki adek tingkat (Senior), maka perilaku pendekatan “Senioritas” harus diluruskan agar tidak berimplikasi negatif dalam berinteraksi dengan adek-adek tingkatnya.

” Untuk Taruna yang memiliki adek tingkat,pendekatan Senioritas harus kalian luruskan agar tidak berimplikasi negatif dalam berinteraksi, ” Tegas Ahmad Wahid.

Sementara,Humas PIP Makassar,Syahrir Rasyid mengatakan, belajar dari kejadian yang menimpa salah seorang Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, maka kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan mengembangkan kretifitas, bakat serta minat Taruna harus pula dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kasih sayang antar taruna.

” Pak Direktur tadi telah menyampaikan, bahwa dalam pelaksanaan pengasuhan dan pengawasan harus sesuai dengan SOP, dan ini telah kami laksanakan,semoga apa yang menimpa adek kita di Jakarta tidak terjadi di PIP Makassar,” harap Syahrir Rasyid. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here