Kejati Sulselbar panggil 6 PNS BPN Maros

0
135

MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar benar-benar menaruh perhatian pada perkara korupsi pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang telah merugikan negara Rp318 miliar. Apalagi dalam perkara korupsi ini, Kejari Sulselbar sudah menetapkan tujuh tersangka dan dua terdakwa.

Untuk membongkar perkara korupsi pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin sebagai saksi, Kejati Sulselbar memanggil enam pegawai Badan Pertanahan Negara (BPN) Maros serta dua warga Maros yang menerima ganti rugi lahan.

Ada pun delapan orang yang dipanggil sebagai saksi yakni Kepala Seksi (Kasi) Sengketa dan konflik  BPN Maros A. Sufiarma, Kasubsi Landreform dan Konsolidasi Tanah BPN Maros Andi Farida Tenrisanna Rahim, Kasubsi  Sengketa dan Konflik BPN Maros Marlia, Pensiunan PNS BPN Maros Mardiana Said, kasi Pengendalian petanahan dan Pemberdayaan masyarakat Sri Gusniati, kasi  Pengaturan dan penataan Pertanahan BPN Maros Hilal Razak, Jalmiah dan Muharram Dg. Lanti sebagai warga yang mendapatkan ganti rugi lahan.

“Semua saksi yang kita undang hari ini hadir semua. Ada delapan saksi kita periksa,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar Salahuddin kepada awak media yang menemuinya di kantor Kejati Sulselbar jalan Urip Sumoharjo Makassar. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here