Peringati Hari Pers Nasional, Pelindo IV Serahkan 1.000 Life Jacket

0
91

Turut memeriahkan Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) akan menyerahkan 1.000 baju pelampung atau life jacket kepada masyarakat pengguna angkutan laut tradisional di Kota Ambon.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan, penyerahan 1.000 life jacket tersebut sebagai bentuk kepedulian perseroan dalam peningkatan keselamatan pelayaran, khususnya di daerah Maluku yang lautnya terkenal berombak besar.

Bantuan tersebut rencananya diserahkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, bertepatan dengan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Ambon nanti.

Tahun ini, peringatan Hari Pers Nasional memang dipusatkan di Kota Ambon, Maluku pada 9 Februari 2017. Perayaan itu sekaligus menjadi momentum untuk membangkitkan kejayaan Maluku yang berbasis pada potensi kekayaan maritim dan sumber daya alam.

Maluku dipilih menjadi tuan rumah HPN 2017 karena provinsi di wilayah timur Indonesia itu dianggap lebih membutuhkan perhatian. Terlebih, dalam sejarah bangsa Indonesia dahulu dikenal banyak tokoh terkemuka dari Maluku seperti Pattimura, Leimena, Siwabessy dan Wattimena.

Peringatan HPN diselenggarakan oleh komponen pers nasional meliputi Dewan Pers, PWI, Serikat Perusahaan Pers (SPS), Serikat Grafika Pers (SGP), Asosiasi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Asosiasi Televisi Swasta Seluruh Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), serta Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I).

 

Tentang Life Jacket

 

Dalam istilah pelayaran, orang menyebutnya life jacket atau baju penolong. Jika dilihat dari bentuknya, lebih tepat disebut rompi sebab ini baju tanpa lengan. Biasanya terbuat dari bahan yang tidak tembus air.

Boleh dikata, life jacket inilah perangkat penyelamat yang paling vital saat terjadi kecelakaan di laut. Terutama pada kapal yang tenggelam. Terlebih jika tenggelamnya kapal terjadi begitu cepat. Awak kapal tidak dapat lagi mengendalikan kepanikan penumpang yang biasanya berebutan untuk naik ke sekoci penyelamat atau liferaft. Oleh karenanya, jika Anda berada dalam sebuah pelayaran laut, pastikan bahwa Anda mengetahui di mana life jacket ini disimpan pada kapal yang Anda tumpangi. Sehingga, jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat, Anda sudah mengetahui apa yang harus dilakukan. Biasanya awak kapal akan memberikan petunjuk-petunjuk pada penumpang saat berlaku situasi emergency. Tapi akan menjadi lebih baik jika Anda memang sudah mengetahui sebelumnya.

Pada saat akan menggunakan life jacket, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, harus dipastikan bahwa life jacket yang akan digunakan masih dalam keadaan baik. Misalnya, tidak ada benang jahitannya yang terlepas. Bahan pengapung masih terasa keras/kenyal saat ditekan. Belum gepeng atau tipis. Pastikan bahan kainnya juga dalam keadaan baik, tidak ada yang robek atau rapuh.

Kedua, lihat angka kapasitas life jacket tersebut. Jangan memilih angka kapasitas yang lebih rendah dari berat badan Anda. Misalnya berat badan Anda 50 Kg, maka life jacket yang harus Anda pilih adalah yang berkapasitas diatas 50 Kg. Jika Anda memilih kapasitas life jacket yang lebih ringan dari berat badan Anda, maka life jacket tersebut tidak dapat berfungsi untuk menolong Anda. Angka ini dapat dilihat pada tulisan petunjuk yang tercantum pada kain yang dijahitkan pada bagian dalam life jacket. Posisinya di bagian punggung. Cara yang paling mudah untuk menentukan kapasitas life jacket yang sesuai untuk Anda adalah yang terlihat lebih besar ukurannya dibanding ukuran tubuh Anda. Tapi jangan terlalu besar karena akan mengganggu gerakan tubuh Anda jika sudah berada di dalam air.

Ketiga, ikat tali-temali pelengkap life jacket tersebut dengan baik pada tubuh Anda. Beberapa jenis life jacket memang dilengkapi tali seperti tali pada tas ransel. Gunanya agar life jacket itu tidak menjadi longgar pada tubuh dan kemungkinan bisa terlepas pada saat pengguna sudah berada didalam air. Perhatikan juga ikatan pada daerah selangkangan. Jika tidak diikat dengan baik, pengguna bisa merosot kebawah dan terlepas dari life jacket yang dikenakannya. Atur sedemikian rupa posisi tali-tali itu agar tidak tersangkut pada saat Anda bergerak cepat untuk meninggalkan kapal yang sedang tenggelam atau terbakar.

Dengan semakin ketatnya pemberlakuan peraturan keselamatan pelayaran, kita tidak perlu khawatir lagi jika melakukan perjalanan pada jalur laut. Banyak kapal laut yang sudah makin melengkapi peralatan keselamatannya. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here