Kejati Sulsel Bidik Calon Tersangka Alkes RSUD Pangkep

0
82

MAKASSAR — Tim Penyidik kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan tengah membidik calon tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD Pemerintah Kabupaten Pangkep tahun anggaran 2016.

Dalam ekspos tim penyidik Kejati Sulsel yang dilakukan pada Kamis (9/2/2017) yang dipimpin kepala Kejati Sulawesi Selatan, Hidayatullah dan Aspidsus Kejati Sulsel, Tugas Utoto.

Kepala Kejati Sulsel Hidayatullah menyebut, dalam ekspos tersebut, tim penyidik menemukan beberapa indikasi kesalahan dalam pengadaan hingga harga yang tidak sesuai dengan spesifikasi

“Tadi sudah diekspos, dan tim penyidik sudah menemukan beberapa indikasi penyelewengan di dalam proyek itu,”ungkap Hidayatullah kepada awak media.

Senada ditambahkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin menuturkan, pihaknya telah mengantongi nam tersangka pada ekspos rtersebut

“tim penyidik sudah kantongi nama tersangkanya, inisialnya S,” kata Salahuddin. Ia mengaku belum bisa membocorkan nama calon kuat sebagai tersangka tersebut dengan alasan keamanan.

Salah satu modus operandi pada pengadaan alat kesehatan tersebut menurutnya dilakukan dengan cara mendatangkan barang ilegall yang tak memiliki izin edar di Indoonesia.

“salah satu temuannya karena mereka mengadakan alat yang seolah olah asli, tapi ternyata ilegal,” tambahnya.

Selain itu, diduga pula terdapat permainan harga. tim penyidik yang melakukan pembandingan harga menemukan jika barang yang diadakan senilai Rp.500 juta rupanya hanya seharga Rp. 200 juta

Tim penyidik sendiri menaikkan status proyek pengadaan alat kesehatan ke tingkat penyidikan pada 5 februari lalu

Proyek yang menelan anggaran Rp. 22 Milyar dari dinas kesehatan setempat tersebut telah diekspos dan telah disikapi oleh kepala kejaksaan tinggi Sulsel, Hidayatullah dengan menaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan serta panitia lelang proyek tersebut diduga telah melakukan pemufakatan jahat dalam proyek Alkes untuk tiap Puskesmas di kabupaten Pangkep

Pemufakatan jahat tersebut disusun sedemikian rupa oleh seorang broker yang mempertemukan PPK dan panitia lelang serta rekanan untuk menskenariokan proyek tersebut. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here