Kembangkan Sembilan Pelabuhan di KTI , Pelindo IV Kucurkan Dana Rp2 triliun

0
89

MAKASSAR – PT Pelindo IV di 2017 kembali fokus melakukan sejumlah revitalisasi, termasuk pengembangan sembilan pelabuhan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Kepala Biro Perencanaan dan Strategi Perusahaann Pelindo IV Dwi Rahmat Toto mengatakan, pengembangan sembilan pelabuhan tersebut mengucurkan anggaran sebesar Rp2 triliun.

“Untuk proyek ini kita menggunakan anggaran penyertaan modal negara,” kata Dwi, Selasa, 14 Februari 2017. Pengembangan Sembilan pelabuhan di wilayah KTI kata dia merupakan salah satu bukti nyata keseriusan PT Pelindo IV dalam rangka mengelola 24 pelabuhan di KTI.

Hal itu kata Dwi, untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja Pelindo IV. Dia merincikan sembilan pelabuhan yang akan dikembangkan yaitu di cabang Tarakan, Bitung, Kendari, Ternate, Sorong, Jayapura, Manokwari, dan Merauke.

Dwi menerangkan untuk masing-masing pelabuhan yang dikembangkan. Khusus untuk wilayah Kendari, PT Pelindo IV juga fokus mengembangkan Kendari New Port seiring pembangunan jembatan Bahteramas. Menurut Dwi, jembatan yang mulai dibangun pemerintah setempat itu membuat kapal-kapal besar sulit bersandar di pelabuhan eksisting.

“Ada juga pembangunan terminal baru, dermaga, trestle, tempat penumpukan kontainer, atau container yard dan berbagai fasilitas penunjang lainnya di pelabuhan baru Kendari,” papar Dwi.

Di cabang Tarakan, Pelindo IV juga membangun container yard. Di mana container yard tersebut diharap bisa menampung lebih banyak kontainer demi meningkatkan kualitas pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Tarakan.

Beralih ke cabang Ambon, Dwi menjelaskan di kawasan Pelabuhan Ambon dilakukan reklamasi pantai dan penguatan dermaga. Sementara untuk Pelabuhan Ternate Pelindo IV melakukan penggantian dermaga yang sebelumnya sepanjang 148 meter.

“Sedangkan di Sorong kami lakukan penambahan panjang dermaga dan reklamasi untuk container yard,” tambahnya.

Sementara untuk cabang Jayapura, Pelindo IV melakukan pembangunan dan penggantian dermaga serta penambahan alat. Di Manokwari dan Merauke, masing-masing dilakukan penambahan dermaga dan juga alat.

“Kalau Pelabuhan Bitung, kami melakukan pembangunan dermaga, yang di penghujung 2016 lalu telah dilakukan pemancangan tiang pertama oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Di pelabuhan tersebut juga akan dibangun trestle dan container yard,” jelas Dwi.

Di Pelabuhan Bitung lanjut Dwi, dilakukan rehabilitasi menggunakan anggaran PMN sebesar Rp365 miliar ditambah dengan dana internal perseroan senilai Rp141,50 miliar.

“Jadi total anggaran untuk pembangunan Pelabuhan Bitung sebesar Rp505,50 miliar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, rehabilitasi Pelabuhan Bitung dilakukan dengan menambah dermaga sepanjang 250 meter dan mereklamasi CY seluas lima hektar. Diharapkan rehabilitasi itu akan mendorong peningkatan kapasitas lapangan penumpukan.

“Kita target meningkat tentunya, dari yang eksisting saat ini sebanyak 300.000 TEUs per tahun, menjadi kurang lebih 700.000 TEUs per tahun,” terangnya dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here