Sidang Kasus Pembunuhan Ayah Kandung, Saksi Ibu Pelaku Kesal Anaknya Tega Bunuh Ayah Sendiri

0
132

LUWU UTARA, CNEWS — Sidang pemeriksaan saksi kasus pembunuhan ayah kandung oleh anaknya sendiri atas nama Iwan (35) digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Masamba, Luwu Utara, Selasa (14/2/2017). Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua Abraham Yoseph, S.H, Hakim anggota M. Syarif S, S.H.,M.H, dan Suryo Negoro, S.H., M.Hum bersama para Jaksa Penuntut Umum ST Hajani, S.H serta Mayoruddin Febbi, S.H.

kasus pembunuhan ayah kandung ini terjadi pada, Kamis (24/11/2016) sekitar pukul 10.50 Wita bertempat di Desa Baebunta Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut  sangat menyedihkan, saat sidang berlangsung seorang saksi yakni Ibunda pelaku atas nama Aca saat memberikan keterangannya didepan para majelis hakim, Ibunda pelaku menangis dikarenakan sangat merasa kesal kepada anak kandungnya yang begitu tegahnya membunuh ayahnya sendiri.

“Saya sangat merasa kecewa dengan anak saya ini, begitu teganya membunuh bapaknya yang sudah merawat dari kecil ternyata setelah besar dia membunuh ayahnya,” ujar Aca istri almarhum ibu kandung pelaku.

Sidang terus berlangsung hingga pada kesempatan tersebut saksi sekaligus orang tua pelaku memberikan keterangannya bahwa Iwan (Pelaku) sudah beberapa kali memberontak melawan Ayahnya jika permintaannya tidak terpenuhi Pak hakim anak saya ini sudah sering memberontak melawan dan bahkan apa yang ada didepannya dia rusak dibuang, dibanting, sampai hancur-hancur semua. Ujarnya sambil menangis

Ditambahkan oleh saksi Aca bahwa semenjak kecil pelaku berkelakuan baik, namun setelah putus sekolah di SMP mulai berubah wataknya sering minta-minta uang dan jika tidak diberikan uang pasti marah lagi dan merusak barang di rumah.

Masih kata Aca, saksi sekaligus ibu pelaku, bahwa Iwan anaknya itu sudah perna tertangkap nyabu dan juga sudah pernah di sel akibat mengancam ayah kandungnya, namun pada saat itu tidak sampai di sidang karena ayahnya sendiri yang mencabut laporannya karena kasian kepada anak kandungnya sendiri.

Dikatakan pula oleh Aca, ibu pelaku, bahwa Iwan sudah sering melakukan pemaksaan meminta uang entah digunakan untuk apa. “Kami juga tidak tahu karena jumlah permintaannya paling sedikit Rp 1,5 juta dan biasanya yang diminta sampai Rp 3 juta,” ujarnya.

Saat pertanyaan diutarakan kepada pelaku Iwan secara spontan dirinya membantah keterangan saksi Aca Ibu kandungnya sendiri. Semua keterangan yang diberikan oleh saksi itu tidak benar. kata pelaku.

Turut hadir beberapa saksi yakni Rudi kakak kandung pelaku. ( LAPORAN FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here