Aliansi Indonesia Tantang Kejari Makassar Bongkar Aliran Dana Pungutan Liar di Sekolah

0
102

MAKASSAR, CNEWS — Ketua Aliansi Indonesia Kota Makassar Ibrahim Anwar mendorong kejaksaan kanegeri (kejari) Makassar untuk terus melanjutkan dan mendalami pungutan liar terhadap sejumlah kepala sekolah menengah atas di Kota Makassar. Penetapan tersangka Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Makassar dan tahap perampungan berkas berkara terhadap SMA Negeri 1 Makassar harus menjadi pintu masuk sekaligus menjadi langkah awal Kejari Makassar untuk menggarap sekolah-sekolah lainnya di kota ini.

“Kami memberi apresiasi langkah dan keberanian Kejari Makassar untuk mentersangkakan kepala sekolah SMA Negeri 5 Makassar dan memproses SMA Negeri 1 Makassar. Ini harus menjadi dorongan buat aparat penegak hukum untuk masuk ke sekolah-sekolah lainnya di kota ini, “tandas Ibrahim Anwar.

Ibrahim meyaniki dengan terbongkarnya praktek kotor dugaan pungutan liar di sekolah negeri tersebut, menjadi indikasi masih ada kepala sekolah lainnya yang juga melakukan hal sama. “Nah, sekarang tugas Kejari Makassar untuk mendalami keterlibatan kepala sekolah lainnya, kami memberi dukungan untuk membongkar kasus-kasus pungutan liar di sekolah, jangan hanya berhenti sampai disitu saja,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Ibrahim, dalam mengusut proses pungutan liar di sekolah, Aliansi Indonesia meminta Kejari juga dapat membongkar aliran dana pungutan liar tersebut. Ini karena, ada dugaan kuat kepala sekolah tidak sendiri dalam menerima dana pungutan liar dari siswa di sekolah. “Kami akan memberi dua acungan jempol kepada Kejari Makassar bila mampu membongkar aliran dana pungutan liar tersebut, tidak berhenti sampai di kepala sekolahnya saja, ” tandasnya.

Sebelumnya,  Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H Irman Yasin Limpo, SH MSi hadir memberi memotivasi kepada seluruh guru dan siswa siswi kls XI dan XII SMA 5 saat membuka seminar Parenting” Terbanglah Bersama Mimpimu”, Senin 27/2 di Aula SMA 5 Makassar.

Dalam sambutannya, Irman YL mengajak siswa-siswi dan guru-guru agar kembali menghidupkan budaya menghormati para guru dengan menjadikan tabe sebagai ungkapan penghargaan kepada guru maupun sesama siswa siswi. Tradisi tabe dan ungkapan kata-kata iye adalah jalan menjadilan siswa menghargai orang lain.

“Guru-guru juga jangan terbiasa menyapa siswa dengan kata-kata kamu,” papar Irman YL, saat berbicara di depan siswa siswi dan guru-guru SMA 5. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here