Saksi Sebut ada Rp 800 Juta Uang Pelicin di Kasus Korupsi yang Diduga Libatkan Bupati Indah

0
109

MAKASSAR – Dugaan adanya korupsi dalam proyek pengelolaan Dana Intensif Daerah (DID) Kabupaten Luwu Utara (Lutra), yang diduga melibatkan Bupati Indah Putri Indriani atau dikenal sebagai bupati cantik, terus bergulir.

Salah satunya mengenai adanya dugaan aliran dana senilai Rp 800 juta yang dikeluarkan dua investor atau pemodal yang diduga sebagai uang pelicin dalam pengurusan dana intensif daerah Kabupaten Lutra tahun 2011-2012 di Kementrian Keuangan.

Seorang saksi kasus tersebut, Ronni yang berstatus Justice Collaborator (JC) dalam kasus ini mengakui, proses pengurusan proyek DID itu sangat panjang. Di mana sejak awal kegiatan perencanaan DID dikawal oleh dua investor atau pemodal.

Menurut dia, keduanya berperan mengurus pembelian tiket penerbangan dan pembiayaan penginapan atau hotel di Makassar dan di Jakarta bagi beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara.

“Khususnya backup full pembiayaan keluarga Indah Putri Indriani yang saat itu menjabat Wakil Bupati Lutra bersama suaminya, Fauzi selama pengurusan sampai pencairan DID 2011,” ucap JC sembari memperlihatkan seluruh bukti tiket keberangkatan dan nota penginapan tersebut kepada sejumlah wartawan, Senin, 27 Februari 2017.

Salah satu investor, menurut Ronni, pegawai anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sedangkan seorang investor lainnya adalah direktur utama sebuah CV.

Ronni mengungkapkan, dalam perjalanan pengurusan anggaran DID, Indah Putri Indriani saat itu mengklaim agar calon rekanan penyedia barang harus sanggup terlebih dahulu menyediakan dana cash sebelum turun surat Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Hal itu imbuh Ronni, diklaim oleh Indah katanya sebagai komitmen awal pembayaran fee untuk sejumlah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI demi memuluskan proses pencairan anggaran DID.

Dugaan Dana Pelicin

“Keinginan Indah agar calon rekanan menyediakan dana cash direalisasikan oleh seorang investor sebesar Rp 500 juta dan investor lainnya sebesar Rp 300 juta, jadi total Rp 800 juta,” tutur JC/R.

Setelah itu, dana komitmen untuk pengurusan DID pun diserahkan pada 26 Agustus 2011. Ketika itu, menurut JC/R, Indah memerintahkan seorang investor mentransfer uang sebesar Rp 300 juta ke rekening bank seorang baby sitter Indah.

Setelah uang masuk ke rekening baby sitter kemudian ditransfer kembali ke sebuah rekening atas suruhan salah satu investor. Sedangkan investor itu di waktu yang sama juga diperintahkan melakukan transfer sebesar Rp 400 juta ke rekening tersebut.

Menurut JC/R, kehadiran pemilik rekening tersebut sekadar mencairkan dana cash dan mengirim dana tersebut ke alamat rumah Indah.

Ia menambahkan, dana senilai Rp 700 juta yang telah masuk ke rekening tersebut lalu dicairkan dan dikemas dalam tas sport warna biru ukuran panjang 80 centimeter. Selanjutnya diantar ke rumah Indah di Jalan Kemuning Dalam 1 No 25, RT.05 RW 06, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menggunakan sedan BMW dan dikawal satu mobil berwarna hitam pelat B.

“Saya sendiri ikut dalam mobil menemani pemilik rekening tersebut dan kami tiba di rumah Indah sore kala itu,” ujarnya¬† dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here