Aliansi Indonesia Desak Kejaksaan Buru “Orang Besar” di Balik Pungli SMA di Makassar

0
105

MAKASSAR, CNEWS — Katua Badan Penelitian Aset Negara, Aliansi Indonesia Kota Makassar Ibrahim Anwar mendorong kejaksaan terus melanjutkan penyelidikan terhadap praktek pungutan liar di sekolah tingkat menengah atas di Kota Makassar. Bila sudah dua kepala sekolah ditetapkan jadi tersangka, tugas selanjutnya, kejaksaan mendalami sekolah lainnya.

Ibrahim mendorong kejaksaan untuk berani membongkar siap ‘orang besar’ dibalik praktek kotor ini. “Kejaksaan jangan hanya berhenti sampai di kepala sekolah saja, tapi bisa memburu siapa ‘orang besar’ di balik semua praktek korot ini. Masyarakat perlu diyakinkan apakah memang hanya terputus sampai di kepala sekolah saja, atau memang ada dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu,” tandas Ibrahim.

Demikian pula menanggapi terbongkarnya praktek kotor pungutan liar di sekolah, anggota DPRD Sulsel turut angkat bicara terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap siswa di SMAN 21 dan 5 Makassar. Saat ini, dugaan pungli itu tengah bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Sri Rahmi mengungkapkan, agar dugaan pungli yang terjadi di SMA 21 dan 5 itu, segera diusut tuntas. Meskipun Sri Rahmi juga enggan berspekulasi terkait kemungkinan adanya dugaan oknum yang membekingi aksi tersebut.

“Saya tidak mau gegabah mengatakan atau membenarkan ada atau tidak oknum yang membekingi. Buktikan dulu adanya dugaan pungli itu,” tegas Sri Rahmi, Senin (6/3/2017).

Legislator fraksi PKS ini menyayangkan masih adanya praktik pungli di sekolah. Terlebih lagi kata dia, kejadian seperti ini sudah sering terjadi.

“Kan sudah ada surat dari Walikota, bahkan ada dari Gubernur Sulsel kalau tidak salah. Bahwa jangan lagi ada pungli,” tambahnya.

Hal senada juga ditegaskan anggota Komisi E DPRD Sulsel lainnya, Endre Cecep Lantara. Legislator fraksi Demokrat ini menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Proses penerimaan siswa baru telah mempunyai mekanisme, jalurnya jelas. Dan terkait kasus (pungli) yang mengemuka ini, kita serahkan kepada pihak yang berwenang. Semoga menjadi pelajaran menghadapi proses penerimaan siswa baru yang sebentar lagi akan dilaksanakan,” ujar Endre. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here