Warga Luwu Utara Kecam Kepala BPN, Minta Kakanwil Beri Pembinaan dan Evaluasi !!!

0
93

LUWU UTARA, CNEWS — Entah apa yang ada dipikiran Kepala Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu Utara. Saat Kakanwil BPN Sulawesi Selatan H. M Hikmad terus mendorong citra positif dan mendorong pelayanan prima kepada masyarakat, justru berbanding terbalik dengan sikap Kepala BPN Luwu Utara. Masyarakat mengeluhkan pelayanan di kantor ini, demikian pula dalam menerima tamu kepala BPN Luwu Utara dinilai tebang pilih, hanya membolehkan kalangan tertentu untuk menemuinya.

Melihat sikap kepala BPN Luwu Utara yang tebang pilih menerima kalangan tertentu tersebut, salah satu masyarakat atas nama Samsir mengecam sikap dan perilaku pejabat public seperti ini. “Kami meminta Kepala Kanwil BPN Sulawesi Selatan untuk memberi pembinaan khusus kepada kepala BPN Luwu Utara agar bisa menghargai masyarakat biasa yang hendak menemuinya, jangan tebang pilih. Kami masyarakat Luwu Utara sangat tidak simpatik dengan sikap Kepala BPN Luwu Utara, kami minta dia dievaluasi, jangan ada komunikasi yang tersumbat antara masyarakat dan pelayan public seperti Kepala BPN Luwu Utara,” Tandas Samsir kepada Celebesnews, Selasa 7 Februari 2017.

Kekecewaan Samsir kepada Kepala Kantor BPN Luwu Utara, berawal saat dirinya hendak menemui di kantor BPN. Kurang lebih tiga jam lebih Samsir menunggu hanya terus disuru antri. Nah, sementara ada seseorang yang baru saja tiba tanpa antri langsung dipersilahkan masuk oleh Kepala BPN menemuinya. Tidak terima dengan sikap kepala BPN yang tebang pilih menerima tamu tersebut, Samsir melampiaskan kekecawaan dan kekesalannya dengan meninggalkan kantor BPN, meski sehari sebelumnya Samsir bersama rekannya sudah datang mengisi buku tamu untuk permohonan izin menemui kepala kantor BPN.

Demikian pula disampaikan Mas,ud  Masse warga Luwu Utara yang juga merupakan PNS pada salah satu instansi pemerintah Kabupaten Luwu Utara mengecam sikap Kepala BPN Luwu Utara. “Saya heran kenapa kita lama menunggu dan ada orang baru datang langsung dipersilahkan masuk ketemu kepala BPN, dibanding kita ini yang sudah berjam-jam antri, tapi tidak diberi waktu untuk ketemu kepala BPN,” ujarnya.

Mas,ud  Masse sendiri ke kantor BPN Luwu Utara hendak mengurus sertifikat tanah miliknya, karena ada hal teknis kemudian dirinya hendak menemui kepala BPN. Lama berada di kantor BPN dan tidak ditemui, akhirnya Mas’ud meninggalkan kantor pertanahan ini dengan penuh sara kecewa. (LAPORAN : FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here