Triwulan I, Ekonomi Parepare Lesu, Hanya Dinikmati Sektor Tertentu

0
237
PAREPARE—Perputaran Ekonomi di Kota Parepare pada Triwulan I, Terasa Lesu, Sejumlah Pelaku usaha dan jasa mengaku Perputaran keuangan pada 3 Bulan terakhir awal 2017 ini mengalami kelambatan dari bulan bulan sebelumnya, dimana pada 3 Bulan terakhir sejak Januari hingga Maret dan Memasuki pertengahan April ini, Sejumlah Kegiatan Usaha dan Jasa masih jalan ditempat.
Seperti yang dirasakan Nawir Pelaku Jasa Transportasi ini mengaku, perputaran ekonomi sangat terasa jalan ditempat, jika dibulan bulan sebelumnya, Hasil pendapatan bisa rata rata Rp.200.000 hingga 300.000 per harinya kotor, kini sejak 3 bulan terakhir Ia hanya mampu memperoleh Rp.200.000 dihari hari tertentu, bahkan dihari lainnya jumlah itu sulit terpenuhi.
“Perputaran Uang sangat Terasa lambat sejak Januari sampai sekarang, mungkin dikarenakan Kebanyakan warga hanya berharap dari Terlaksananya program Kegiatan fisik Pemerintah, meskipun Lancara itu hanya dirasakan pada Sektor usaha lainnya, seperti usaha Warung makan dan masyarakat yang penghasilannya dari Pemerintah (Abdi Negara)
Kondisi lain juga dirasakan H.Baharuddin, pelaku usaha bahan bangunan ini, mengaku sepi omset penjualannya sejak 3 bulan terakhir, bahkan sejumlah harga bahan bangunanya masih tersisa di Pelaku usaha konstruksi yang ada di kota ini.
“Susah sekali uang Pa, harga bahan bangunan dari tahun lalu saja, masih tertinggal di Pengusaha Konstruksi” ungkap H.Baharuddin siang kemarin.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Parepare Rahmat Syamsu Alam, Mengakui kondisi yang dirasakan sebahagian warga, Perputaran Ekonomi memang hanya dirasakan sejumlah Sektor usaha, seperti Pelaku usaha warung makan dan Sejenisnya, Selain itu, Pendapatan Masyarakat yang Organik (Abdi Negara) juga tidaj berdampak besar dari Lesunya Siklus ekonomi yang terjadi disetiap 3 bulan di setiap awal tahun.
“Memang ada Kelesuan ekonomi yang terjadi khususnya di setiap Triwulan I, dan itu sangat dipengaruhi dengan Program Pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah” Jelasnya.
Dikatakannya, kebiasaan ini yang mesti dicermati, Tidak ada Gunanya APBD di Sahkan cepat, Namun pelaksanaanya lambat, sehingga tanpa kita sadari memberikan Pengaruh pada Siklus Ekonomi di Masyarakat, ungkap Rahmat Syamsu Alam, Politisi Partai Demokrat ini.(Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here