Kejaksaan Hadirkan Staf Keuangan PT Angkasa Pura Beri Kesaksian Pembebasan Lahan Bandara

0
118

MAKASSAR — Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, melakukan pemeriksaan terhadap dua orang staf keuangan PT Angkasa Pura 1 (Persero), terkait pembayaran pembebasan lahan bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dua saksi yang dipanggil penyidik, untuk dimintai keterangannya dalam tahap penyidikan kasus ini, yakni Hendra Sikado dan Rio Hendarto. Keduanya menjalani pemeriksaan secara terpisah dan tertutup di dalam ruang penyidik Pidsus, Kamis (6/4/16).

Mereka diperiksa terkait proses serta mekanisme pembayaran lahan yang akan dibebaskan, untuk proyek perluasan lahan bandara Sultan Hasanuddin. Diduga salah bayar dan mark up harga lahan, hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp317 miliar.

Kerugian negAra itu, berdasarkan hasil audit perhitungan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel.

“Kali ini kita kembali melakukan pemeriksaan terhadap pihak PT Angkasa Pura 1 (Persero), Hendra Sikado dan Rio Hendarto,” kata Salahuddin, Kamis (6/4/17).

Kedua saksi itu kata Salahuddin, dalam kasus ini berperan selaku juru bayar dalam proyek pembebasan lahan bandara. Keduanya menurut dia diperiksa dalam kapasitas sebagai terperiksa, atas pembayaran lahan yang dibebaskan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap kedua terperiksa tersebut, untuk kepentingan penyidikan. Selain itu, untuk mendalami sejauh mana peran keduanya dalam proses pembayaran lahan yang akan dibebaskan.

Kemudian lanjut Salahuddin, bagaimana prosedur proses pembayaran lahan yang dibebaskan. Sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara hingga mencapai Rp317 miliar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here