Pasca OTT, Kepala BPN Luwu Utara, Ahmad Ridha : Kami Serahkan Masalah ini Sepenuhnya ke Proses Hukum

0
268

LUWU UTARA, CN — Pasca penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah seorang pegawai Kantor Pertanahan Nasiona (BPN) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan berinisial SA (33), kepala BPN Luwu Utara Ahmad Ridha masih belum bisa memberi komentar banyak terkait persoalan tersebut. Dirinya berpendapat, menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada proses hukum.

“Kami masih menunggu proses hukum terkait penangkapan salah seorang pegawai kami di BPN Luwu Utara. Setelah itu, akan kami koordinasikan ke pimpinan atas untuk selanjutnya langkah-langkah yang perlu diambil secara internal,” tuturnya kepada Celebesnews, Sabtu (8/4/2017).

Sebelumnya, pegawai BPN Luwu Utara berinisial SA tersebut terjaring OTT oleh Tim saber pungli Polres Luwu Utara. Tidak berhenti sampai disitu, guna keperluan penyidikan Tim saber pungli langsung melakukan menggeledah kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Luwu Utara, Kamis (6/4/2017).

Kasatreskrim Polres Luwu Utara,  AKP Muh. Tanding kepada media menjelaskan, penggeledahan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan terhadap salah seorang oknum Pegawai BPN guna keperluan penyidikan. “Penggeledahan untuk mengumpulkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk proses penyelidikan,” kata Kasatreskrim Polres Luwu Utara,  AKP Muh. Tanding.

Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh  tim saber pungli tersebut mengamankan beberapa berkas yang diduga memiliki kaitan dengan kasus pungli yang ada di BPN Luwu Utara. “Semua berkas yang diamankan akan diperiksa sebagai bahan untuk mendukung proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh Polres Luwu Utara,” jelasnya.

Pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu Utara berinisial SA sendiri ditangkap Tim Saber Pungli Polres Luwu Utara dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Rabu (5/4/2017)    (LAPORAN : FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here