Bea Cukai Sulawesi Tangkap Jutaan Rokok Ilegal Melalui Pengiriman Jasa Ekspedisi ke Makassar

0
106

MAKASSAR — Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi kembali menangkap dan menyita rokok ilegal sebanyak 4.008.000 batang yang tidak disertai cukai.

“Penangkapan ini hasil penyelidikan tim hingga kasus ini terungkap,” kata Kepala Seksi Penyidikan Kanwil Bea Cukai Sulsel, Akbar Arma kepada wartawan di Kantor Bea Cukai setempat, Makassar, Senin 11 April 2017

Akbar menuturkan kepada wartawan, hasil ini merupakan penyelidikan timnya terkait dengan adanya informasi pengiriman barang melalui jasa ekspedisi ke Makassar.

Setelah ditelusuri jasa pengiriman ekspedisi itu mengangkut barang dari kapal Roro menggunakan mobil truk 10 roda hendak menuju ke pengiriman kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin membawa jutaan rokok ilegal.

Berdasarkan barang bukti yang disita, seperti merk GSP sebanyak 55 karton dengan jumlah 1.320 juta batang, merk Plus 2 karton atau 32 ribu batang, merk Rasta 10 karton dengan jumlah 160 ribu batang, serta batangan tanpa kemasan sebanyak 48 karton berjumlah 2.496.000 batang.

“Totalnya mencapai 113 karton dengan jumlah 4.008.000 dengan nilai diperkirakan Rp2.625,240 miliar. Rencananya rokok ilegal ini akan dipasarkan ke Sulsel dan Sulbar,” ujarnya sambil menujukkan barang bukti di Kanwil Bea Cukai Sulawesi, areal Pelabuhan Makassar.

Selain itu, tambah Akbar, selama Januari-April 2017, pihaknya telah mengamankan jutaan rokok ilegal lebih dari mencapai 15 juta batang dengan perkiraan bernilai Rp4,9 miliar.

Sebelumnnya, Kanwil Bea Cukai juga berhasil mengagalkan rokok ilegal sebanyak 2,5 juta batang asal Surabaya, Jawa Timur pada Selasa, 24 Januari 2017. Rencananya jutaan batang rokok itu akan dikirim ke Kabupaten Soppeng, Sulsel menggunakan mobil truk.

Namun saat diangkut dan berhasil melintas di jalan Satando, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, petugas mencurigai mobil yang melintas tersebut, kemudian memeriksa isi truk. Ternyata berisi jutaan batang rokok yang belum dikemas dalam bungkusan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here