Kejati Gagalkan Pencairan Deposito Rp1,7 Miliar Dari Transaksi Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Bandara Hasanuddin

0
56

MAKASSAR —- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, berhasil mengagalkan transaksi pencairan rekening deposito sebesar Rp1,7 miliar dari terdakwa kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin.

Pemblokiran rekening deposito dilakukan berdasarkan hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui rekening Bank Sulsel milik terdakwa St. Rabiah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, pihaknya telah berhasil menggagalkan pencairan deposito milik terdakwa kasus korupsi pembebasan lahan bandara Sultan Hasanuddin, sebesar Rp1,7 miliar.

“Informasinya baru kita terima dari PPATK pada Selasa kemarin. Setelah itu, langsung kita menindaklanjuti,” katanya, Rabu (12/4/17).

Setelah menerima informasi tentang adanya deposito milik terdakwa, Salahuddin mengaku, penyidik langsung melakukan upaya penggagalan transaksi deposito tersebut di Bank Sulsel. Terkait status pencairan transaksi itu, Salahuddin menyebutkan, penyidik telah meminta PPATK untuk melakukan pemblokiran pencairan deposito Rp1,7 miliar di Bank Sulsel. “Sekarang sudah dilanjutkan, guna dilakukan penghentian transaksi oleh PPATK,” terangnya.

Setelah dilakukan upaya penggagalan dan pemblokiran pencairan rekening deposito itu, lanjutnya, pihak penyidik Kejati Sulsel tinggal menunggu hasil analisis transaksi deposito tersebut dari PPATK. Setelah ada hasil dari PPATK, baru bisa dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan Kejati Sulsel. Terkait asal muasal uang yang berhasil digagalkan itu, kata Salahuddin, pihaknya belum bisa memastikannya.

“Nanti, kita tunggu saja hasil analisis dari PPATK. Baru kita tahu hasilnya. Kami baru melakukan upaya sebatas pengamanan aset, belum ada upaya melakukan tindakan penyitaan,” akunya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here