Mengenal Sosok Penasehat Sintalaras, Ahmad Yusran, Tidak pernah Lelah Berbuat dan Peduli pada Lingkungan !!!

0
323

Nama Ahmad Yusran dan lingkungan hidup seolah-olah tidak bisa dipisahkan. Kepedulian beliau terhadap lingkungan hidup membuatnya kini didaulat sebagai penasehat pada salah satu organisasi pencinta alam, bernama Pencinta Lingkungan Hidup Selaras (Sintalaras) Universitas Negeri Makassar yang eksis sejak tahun 1984.

Yusran (begitu ia akrab disapa) juga merupakan salah seorang diantara sejumlah toko aktivis peduli lingkungan. Ia adalah aktivis lingkungan hidup yang pernah beberapa kali menerima penghargaan dan apresiasi atas kepeduliannya terhadap lingkungan.

Peran beliau sebagai aktivis lingkungan bisa dikatakan sangat besar. Berbekal pengalamannya dalam organisasi mahasiswa dan kedekatannya kepada mahasiswa di kampus, beliau berhasil mengembangkan perhatian serius terhadap lingkungan mulai dari nol. Beliau adalah tokoh aktivis yang berhasil mengangkat perhatian terhadap lingkungan dalam arus kehidupan bangsa.

Kepedulian terhadap lingkungan bagi Yusran dapat dilakukan dari hal-hal kecil, seperti menjadikan pohon adalah aset besar kehidupan. Di matanya, hanya kepada pohon, manusia “menggantungkan” napas.

Selain menyayangi alam, sebenarnya pohon merupakan potensi besar, meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Tapi belum bisa. Artinya itu harus ada kebijakan berpihak bagaimana agar masyarakat mampu memanfaatkan kayu secara maksimal,” katanya lagi.

Dengan susah payah, Yusran terus menggagas sejumlah program demi kelestarian lingkungan, Ia menggerakkan dan mengajak organisasi dan lembaga serta komunitas untuk penghijauan.

Seperti tak kenal lelah dia terus mengajak dan menyerukan untuk peduli pada lingkungan, tak henti-hentinya dia mendengungkan bahwa kita harus peduli lingkungan. Baginya sederhana saja, indah dan bersih itu adalah sifat Tuhan karena itu kita harus mencintai keindahan dan kebersihan.

Belum lagi, kata dia, persoalan lingkungan saat ini kadang-kadang memunculkan masalah baru. Bahkan tak sedikit ‘polusi visual’ yang disebabkan poster, spanduk, papan reklame yang ditempelkan sekenanya pada pohon. Berdasarkan keinginannya untuk mengembalikan suasana Makassar ke masa yang bersih dulu, maka Yusran berinisiatif “membersihkan” Makassar Dimulai dengan karya nyata dari diri sendiri untuk kemudian menularkan kecintaan akan kebersihan kepada orang lain.

Setidaknya itulah harapannya, agar warga Makassar yang lain juga cinta kebersihan. “Ayo jaga kebersihan, ayo jaga lingkungan”. Kepeduliannya yang begitu besar itulah menjadi cita-citanya.

Perjuangan memang belum selesai. Semoga generasi ke depan adalah generasi yang benar-benar menyadari pentingnya pembangunan yang berwawasan ramah lingkungan. (cn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here