Tergugat Halangi Warga Saksikan Sidang Lapangan

0
65

MAKASSAR,CN – Sidang Peninjauan Setempat (PS) yang digelar oleh Pengadilan Negeri Makassar di jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan pintu satu Unhas, nyaris ricuh, Jumat, (5/5/17).

Pasalnya, pihak tergugat sengaja menghalangi keluarga beserta warga yang hendak menyaksikan jalannya sidang setempat untuk mengabadikan pemeriksaan itu, hingga terjadi adu mulut.

Meski sempat terjadi pelarangan warga dari tergugat untuk menyaksikan jalannya sidang setempat, persidangan yang sudah masuk agenda sidang keenam tersebut, kembali dilanjutkan. Majelis hakim yang dipimpin oleh Adhar, SH meninjau langsung objek sengketa bersama penggugat dan tergugat.

“Kami melakukan peninjauan setempat (PS) karena kita ingin membuktikan langsung objek sengketa yang dimaksudkan dalam perkara itu,” kata Adhar, SH.

Sementara itu, pihak penggugat, Saleh bin Ruma melalui penasehat hukumnya, Hardodi menjelaskan, dalam perkara itu, pihaknya juga menggugat Pemerintah Kota Makassar yang dianggap telah salah membayarkan uang pembebasan lahan pelebaran jalan kepada tergugat satu yang bukan miliknya.

“Selain tergugat satu, kami juga menggugat Pemerintah Kota Makassar yang pada tahun 2008 memberikan uang pembebasan lahan kepada orang yang bukan miliknya tanpa ada proses verifikasi,” terangnya.

Lebih lanjut, Hardodi mengatakan, selama ini kliennya tidak berani melawan tergugat dalam setiap upaya mediasi pengembalian haknya karena selalu diintimidasi. Selain itu, menempuh jalur pengadilan juga ia tidak mampu karena butuh biaya yang besar.

” Klien saya ini hanya rakyat biasa yang tidak berani melawan seorang yang berpangkat apalagi oknum TNI. Padahal, alas haknya selama ini sangat kuat, makanya kami berani menerima perkaranya tanpa membicarakan berapa biaya,” lanjutnya.

Hardodi meyebutkan, lahan sengketa tersebut sudah dikuasai tergugat sejak tahun 1996 silam. Tergugat hanya membeli sebuah tanah di belakang objek sengketa yang kemudian melakukan penguasaan lahan sengketa secara sepihak dengan cara menimbun dan membuat bangunan toko yang dia persewakan.

“Alas hak klien kami itu ada Rincik yang jelas menunjuk objek sengketa itu. sementara tergugat memiliki sertifikat yang objeknya bukan yang dimaksud. Tapi yah, nanti kita akan lihat di pengadilan,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here