Wali Kota Makassar, Danny Jadi Pembicara Di Lemhanas

0
56

MAKASSAR — Wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto diberikan kepercayaan menjadi salah satu pembicara dalam fokus grup diskusi (FGD) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Jakarta.

“Pak Wali Kota bertolak ke Jakarta untuk menjadi pembicara di Lemhanas karena beliau diminta memberikan materi dihadapan para jenderal TNI,” ujar Kabag Humas Makassar Firman Hamid Pagarra di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan, gagasan inovatif dan ide-ide yang brilian membuat wali kota semakin banyak dilirik berbagai institusi baik pemerintahan maupun non pemerintahan untuk berbagi gagasan atau membawakan materi topik tertentu.

Di hadapan para jenderal yang sebagaian besar pernah menjadi kepala pasukan tersebut, wali kota menguraikan materi tentang esensi konektivitas.

Konektivitas yang dimaksudkannya yakni pokok-pokok persoalan dalam kajian tentang “Optimalisasi pembangunan konektivitas antarpulau guna meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi dalam rangka tercapainya tujuan nasional.

“Sesuai dengan kapasitas pak wali, beliau memberikan penjelasan tentang kajian optimalisasi pembangunan konektivitas antarpulau karena memang secara geografi Makassar berada di tengah-tengah Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pada pokok-pokok persoalan itu meliputi, pembangunan konektivitas antar pulau yang diperlukan guna mengakselerasi peningkatan kemandirian dan daya saing ekonomi wilayah dalam rangka pencapaian tujuan nasional yang belum dilaksanakan.

“Kemarin kami mendapat kunjungan dari negara-negara Uni Eropa, hampir semua duta besar hadir termasuk Singapura. Bagaimana intensnya Makassar terkonektivitas secara internasional dengan beberapa kalangan, yah salah satunya karena positioning (posisi geografis) kita,” papar Danny.

Hanya saja bagi Danny, dirinya belum pernah melihat dalam perancangan pembangunan nasioanal positioning itu menjadi bagian penting dari sebuah perencanaan secara keseluruhan. Pulau- pulau tidak mampu mandiri dan mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya.

“Secara filosofis sistem konektivitas di Indonesia ini harus dirubah sehingga peran-peran pulau keluar. Kalau ada peran pulau maka konektivitas bisa diukur,” terangnya.

Pada kesempata itu, ia merincikan tujuan dari pembangunan konektivitas ini yaitu untuk menganalisis pentingnya pembangunan konektivitas antarpulau, mengidentifikasi dan mengalisis peta prioritas pembangunan konektivitas antar pulau.

Selain itu, untuk menganalisis tentang peluang dan kendala bagi optimalisasi pembangunan konektivitas tersebut, baik yang berkaitan dengan sinergi kebijakan, anggaran, kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia serta partisipasi masyarakat, serta merekomendasikan langkah-langkah strategis yang diperlukan agar kebijakan menjadi optimal dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi, sehingga dapat mengakselerasi pencapaian tujuan nasional,” jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here