Mengetuk Hati Bupati Luwu Utara, Warga Berharap ada Perbaikan Jalan Menuju Seko

0
172

LUWU UTARA, CNEWS —- Miris, begitu gambaran singkat jalan menuju Kecamatan Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Puluhan tahun warga Seko hidup terpencil dan tidak bisa menikmati akses transportasi darat karena akses yang jalan tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Dari Ibu kota Luwu Utara, Masamba untuk menuju ke Seko yang berada di wilayah pegunungan tidak bisa dilalui dengan menggunakan sepeda motor biasa. Warga menggunakan motor jenis trail, namun itupun harus berjuang karena medan jalan yang penuh kubangan lumpur.

Alih-alih pemerintah memperbaiki infrastruktur jalan menuju Seko, yang ada setiap menjelang pemilihan calon kepala daerah, warga hanya selalu diberi janji politik untuk mendapatkan dukungan perolehan suara. Setelah terpilih lagi-lagi sederet kepala daerah yang telah terpilih tidak lagi menepati janjinya untuk membuka akses transportasi darah ke wilayah pegunungan tersebut.

Sejatinya, bila pemerintah daerah serius ingin membangun infrastruktur jalan ke Seko bukanlah hal mustahil bisa dilakukan. Namun, lagi-lagi warga hanya bisa pasrah dengan sikap pemerintah, berkali-kali warga meminta perbaikan jalan ke Seko namun tidak pernah terealisasi. Lantas, kini kemana warga harus mengadukan persoalan ini, warga hanya bisa berharap dibawah kepemimpinan bupati yang ada saat ini mau tergerak untuk melihat nasib puluhan tahun akses jalan menuju Seko yang terbengkalai tersebut bisa mendapatkan perhatian dan sentuhan nurani pemerintah. Dan rakyat menantikan hal itu.

Cerita salah seorang warga seko yang juga merupakan Kepala Sekolah Dasar Negeri 064 bernama Eno, hanya bisa mengelus dada saat akan mengakses jalan dari Ibu Kota Luwu Utara, Masamba menuju Seko ataupun sebaliknya.

Ia megungkapkan, dari Masamba menuju Seko menggunakan sepeda motor jenis trail bisa ditempuh selama empat hari perjalanan penuh lumpur. Parahnya, tidak jarang warga harus menginap di tengah belantara hutan bila menjelang malam karena tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat gelap gulita. Begitupun dengan bekal makanan yang mesti dipersiapkan untuk perjalanan selama empat hari harus ada, bila tidak, maka siap-siap kelaparan.

Sedangkan bagi warga yang menggunakan jasa ojek motor trail menuju Seko, tidak tanggung-tanggung harus mengeluarkan uang sebesar tujuh ratus ribu rupiah. “Dengan kondisi seperti ini kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membuka akses jalan darat yang lebih baik agar bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dengan mulus,” ujarnya. (LAPORAN : SAMSIR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here