Aspal Ditumbuhi Rumput, Bukti Kualitas Kerja Kurang

0
190

PAREPARE—-Aspal ditumbuhi rumput di jalan Kesuma Timur Kota Parepare membuat geram Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pasalnya, jalan yang banyak ditumbuhi rumput itu baru saja diaspal bulan Ramadhan 2017 lalu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 lalu.

Jalan Kesuma Timur merupakan salah satu dari beberapa jalan yang dilakukan perbaikan dan masuk dalam salah satu paket pemeliharaan berkala jalan Tahun Anggaran 2016 dengan menggunakan DAK 2016 Rp. 5 miliar. DAK pekerjaan aspal hotmix TA 2016 pada Dinas PUPR Kota Parepare terbagi dalam beberapa paket dengan total anggaran mencapai Rp. 50 milliar yang dikerjakan PT. Lumpue Indah.

Ketua Komisi III DPRD Parepare, Satria Parman Agus Mante geram akibat adanya insiden proyek memalukan di Parepare. “Kualitas aspal sangat memalukan, kok bisa ditumbuhi rumput, terlebih jalan itu (jl. Kesuma Timur) baru saja diaspal dengan menghabiskan anggaran milliaran rupiah. Kami minta Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) bertanggung jawab selaku leading sektor proyek itu,” ungkap Legislator Berlatar Belakang Pelaku Konstruksi ini.

Legislator PKS ini pun meminta kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Parepare agar tidak mencairkan anggaran pemeliharaan aspal itu. “Jika anggaran pemeliharaannya dicairkan, DPRD (Komisi III) akan melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib,” ucap Parman geram sambil geleng-geleng kepala.

Dikatakannya, Komisi III DPRD Parepare segera memanggil Kadis PUPR, Samsuddin Taha untuk dimintai pertanggungjawaban perihal insiden aspal ditumbuhi rumput. Termasuk sejumlah proyek lainnya, kata dia, akan dipertanyakan di evaluasi pertanggungjawaban semester ini.

“Sudah jelas proyek ini dikerjakan asal-asalan, aspal itu panas tapi kok bisa ditumbuhi rumput, jelas aspalnya kurang penekanan sehingga kualitas pekerjaannya sangat buruk dan memalukan. Ini sangat memalukan. DPRD malu sebagai fungsi pengawasan akibat kualitas proyek ini (aspal) yang sangat jelek. Tanah kita Tanah Surga, aspal ditanam rumput yang tumbuh,” sesal Parman menyindir PUPR.

Komisi III DPRD, juga sempat mempertanyakan masalah anggaran pengaspalan yang dikerjakan awal tahun 2017 karena belum ada tender pekerjaan pengaspalan di tahun 2017.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Parepare, Samsuddin Taha melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek pemeliharaan berkala jalan, Sukriadi mengaku akan melakukan peninjauan terhadap aspal yang ditumbuhi rumput.
“Saya di luar kota pak ada urusan dinas, begitu kembali saya akan mengecek langsung dan melihat seperti apa kondisinya. Kami (PUPR) sudah pasti akan melakukan teguran dan memanggil rekanan PT Lumpue Indah, termasuk pak Lukman selaku konsultannya,” ungkap Sukriadi yang via sellulernya.

Ia menyayangkan adanya insiden aspal yang ditumbuhi rumput, padahal itu baru saja dikerjakan kurang lebih satu bulan lalu. “Kalau aspal ditumbuhi rumput itu kemungkinan besar pekerjaannya tidak sesuai dengan spek yang ada. Sudah pasti rekanan dan konsultannya akan kami tegur, termasuk memberikan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan,” tutup Sukriadi.(Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here