Buntut Pengusiran Wartawan Liputan di DPRD Luwu Utara, Hamsul : Harusnya Minta Maaf yang Bersangkutan, Bukan Ketua DPRD

0
97
Tindakan sewenang-wenang Anggota Komisi I DPRD (atas nama Pilosofis Rusli) yang dilakukan terhadap salah satu Pers dari media Duta, di Kabupaten Luwu Utara beberapa waktu lalu menuai sorotan.
Hamsul Wartawan Media Duta yang diusir pada beberapa waktu lalu dari dalam ruangan oleh Pilosofis Rusli merasa sangat kecewa atas tindakan tersebut. “Saya Kecewa dan Saya heran, mengapa bisa yang melakukan kesalahan merasa tidak bersalah dan diam diam saja seperti tak bersalah, sementara pak ketua yang tidak tahu apa apa justru dia yang meminta maaf, harusnyakan yg bersangkutan pilosofis” katanya
Adanya permintaan maaf dari Ketua DPRD dan Ketua Komisi I sangat dihargainya namun Hamsul tidak akan memaafkan oknum yang mengusirnya. “Saya sangat menghargai atas sikap pak ketua DPRD yang meminta maaf, sayapun mengagumi sosok beliau, karEna beliau begitu bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan dan bersikap, bahkan saya menganggap beliau seperti orang tua saya sendiri. Namun dalam hal ini tidak seharusnya pak ketua yang meminta maaf, harusnya yang bersangkutan yang meminta maaf, karEna kan bukan pak ketua yang melakukan kesalahan. Jadi saya sangat menyayangkan hal ini” tuturnya
Nursalim LSM PERS mengatakan bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan masyarakat juga berhak mengetahui apa yang dilakukan DPRD  kenapa harus ada yang ditutup-tutupi harusnya transparan. Ucapnya
Masih kata Nursalim bahwa dirinya tidak akan tinggal diam.
Saya tidak akan tinggal diam ini bukan masalah sepeleh tetapi ini adalah masalah Transparansi Publikasi yang menjadi berita konsumsi publik agar masyarakat mengetahuinya. Tuturnya
Kami akan laporkan hal ini ke Bakor DPRD di PTUN agar pejabat yang mengintervensi insan Pers dapat diproses dan diberi sanksi sesuai Undang-Undang yang Berlaku. Tutupnya. (FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here