Pernyataan Hitam Diatas Putih Jadi Solusi Penghapusan BPJS-PBI Sinjai

0
63

SINJAI, CNEWS – Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tayyeb A. Mappasere, terkait penonaktifan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran (BPJS-PBI) sebanyak 5.577 di Sinjai, akhirnya menemui titik temu.

Kepala BPJS Sinjai Jabbar bersama Pemerintah daerah sepakat untuk membuat surat pernyataan terkait solusi darurat BPJS-PBI yang diminta oleh Sekda.
Rapat yang dihadiri Kepala Dinas Sosial Sinjai, Kepala BPJS Sinjai, Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil dan dari anggota (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) komisi 1 Sinjai berlangsung di Ruang kerja Sekda (08/08).
Taiyyeb mengatakan jika dari jumlah sekitar 5.577 masyarakat penerima PBI BPJS yang di coret oleh Kementrian Sosial solusinya akan ditanggung oleh PBI Pemkab (APBD) dengan Skala Prioritas, sambil menunggu tim relawan Verifikasi data ulang untuk diusulkan tahun 2018 mendatang.
“Jadi Solusinya, warga yang dicoret namanya kita tanggung melalu BPJS-PBI APBD, dengan tetap menggunakan skala Prioritas, Artinya kita utamakan yang sakit, dan betul dikategorikan warga miskin”, Katanya.
Lebih lanjut Taiyyeb mengungkapkan jika Hal itu menjadi alternatif menanggapi permasalahan ini, sebab ketika jumlah yang sekian ribu langsung di akomodir semua, maka jumlahnya over Lap.
Hal itu pun disepakati oleh peserta rapat, dan pihak BPJS pun membuat pernyataan hitam di atas putih.
“Akan kami Verifikasi kembali yang 5.577 itu, dan seandainya tiba-tiba ada yang sakit, kami pihak BPJS Sinjai akan menangungnya dulu biar bisa terus dirawat”, Kuncinya.
Pihak BPJS Sinjai juga berjanji akan melakukan penanganan terkait BPJS-PBI yang nonaktif. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here