Pembagian Remunerasi Petinggi BPD Bank Sulselbar Dipertanyakan ?

0
87

MAKASSAR — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) kembali melakukan aksi unjuk rasa di beberapa titik di Kota Makassar, Jumat (22/9/2017) siang. Salah satunya di depan BPD Bank Sul-SelBar.

Aksi yang digelar KP-GRD adalah mempertanyakan pembagian remunerasi terhadap tiga orang Komisaris dan empat orang Direksi yang berjumlah sekitar Rp. 35 Miliar yang diduga sarat dengan Korupsi, ” Dari data yang kami dapatkan, pembagian ini sangat tidak wajar dan sarat dengan korupsi,” Kata Andi Etus Mattumi, Pimpinan Biro Politik KP-GRD yang juga sebagai kordinator aksi.

Andi Etus menambahkan, pembagian remunerasi yang sampai 5 persen dari keuntungan laba bersih jelas tidak sesuai dengan aturan perbankan daerah yang berlaku dan jelas ini sangat kerugian masyarakat.

Selain itu, masalah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada tahun 2017 yang diduga telah terjadi penyimpangan dimana penetapan calon Direktur Kepatuhan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku karena tidak berdasarkan rekomendasi hasil Asesment yang dimana hasil tes Tim Asesment menetapkan Amir Mauraga di peringkat pertama.

” Sudah ada penetapan dari Tim Asesment sebagai Calon Direktur, namun kenyataannya tidak ditetapkan sebagai calon Direktur, dan menetapkan orang lain sebagai Direktur, ini kami duga tidak lepas dari permainan internal, ” urai Andi Etus.

Selain aksi di BPD Bank Sul-SelBar, demonstran juga melakukan aksi yang sama di Kantor DPRD Provinsi. Namun aksi di kantor Wakil Rakyat ini diwarnai dengan ketengangan dengan aparat keamanan yang mengawal jalannya aksi. Ketengangan itu kemudian berujung pada pemukulan terhadap salah seorang demonstran yang diduga dilakukan oleh salah seorang staf DPRD Provinsi Sulsel.

“Jelas kami menyayangkan insiden ini terjadi, karena kami berfikir bahwasanya seorang anggota staf di gedung elit seperti DPRD Provinsi Sulsel, tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu. Ini staf atau preman? Main pukul dan langsung kabur, bersembunyi di salah satu ruangan, ” Tegasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihinpun, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dari KP GRD adalah aksi pra kondisi, yang rencananya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi untuk mengawal dugaan korupsi yang ada di lingkup BPD Bank Sulselbar. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here