Lapor pak kadis, Guru PNS SMA Negeri di Rampi, Luwu Utara Malas Mengajar !!!

0
365

LUWU UTARA, CNEWS — seiring dengan peringatan hari guru yang jatuh pada 25 November merupakan momentum bagi semua kalangan untuk mengingat kembali para guru atas jasanya yang begitu mulia.

Namun sangat berbanding terbalik dengan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang di tempatkan di SMA Negeri 15 Luwu Utara, Kecamatan Rampi (SMA Rampi). betapa tidak, guru PNS di wilayah ini sangat malas masuk mengajar di sekolah.

Berdasarkan pantauan langsung awak media Celebesnews baru-baru ini, terlihat siswa siswi berkeliaran saat jam belajar, sangat terlihat jelas kegaduhan siswa-siswi yang proses belajar mengajarnya tidak maksimal.

Namun setelah dilakukan wawancara dengan salah satu siswa atas nama Wahyudi Sigi (Ketua OSIS) dirinya mengakui bahwa di sekolah ini guru PNS malas datang ke sekolah. “Kami hanya sekali dalam tiga bulan diberi materi oleh Guru-guru PNS,” katanya

Berdasarkan pengakuan salah satu siswa disekolah ini sangat memprihatinkan karena ternyata para PNS yang di tempatkan dis ekolah ini sangat jarang masuk mengajar, bahkan nyaris tidak pernah masuk sekolah.

Sekolah Menengah Atas (SMA N 1 Rampi) yang saat ini telah berganti nama menjadi SMA Negeri 15 Luwu Utara adalah salah satu sekolah Di Luwu Utara yang berjarak kurang lebih 86 Kilometer dari ibu kota kecamatan yakni Kecamatan Masamba, dan hanya bisa ditempuh dengan ojek motor modifikasi karena akses yang sangat ekstrim.

Namun hal ini bukanlah menjadi suatu alasan bagi para PNS yang mendapat wilayah tugas di daerah ini, alangkah ruginya Negara ini jika para PNS (Guru) hanya makan gaji buta dan tidak perna masuk sekolah.

Tidak hanya itu melihat kondisi yang ada sebagai anak bangsa yang sadar akan pentingnya pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seharusnya wajib menjalankan tugasnya sebagai PNS karena sudah tertanam dalam hati setiap individu PNS tentang sumpah jabatannya bahwa Siap Ditempatkan Dimana Saja.

Semua itu sangat berbanding terbalik dengan keadaan dilapangan, berdasarkan pantauan langsung awak media ini proses belajar mengajar tidak maksimal.

Sekedar diketahui siswa siswi mengakui bahwa proses belajar mengajar di Sekolah SMA 15 Luwu Utara Kecamatan Rampi diisi satu mata pelajaran dalam sehari oleh para guru suka rela.

Saat dikonfirmasi dengan salah satu orang tua siswa atas nama Enos Tirau, dirinya membenarkan hal ini dan berharap agar Dinas terkait untuk dapat mengevaluasi para tenaga pendidik terutama PNS yang ditempatkan di SMA Rampi. ( LAPORAN : FRANS )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here